Search

LP3BH Protes Pemberian Jabatan Kabid Propam kepada Mantan Terpidana

Direktur LP3BH Manokwari, Yan Christian Warinussy. (Nic)
Direktur LP3BH Manokwari, Yan Christian Warinussy. (Nic)

Manokwari, repotasenews.com – Direktur Lembaga Penelitian Pengembangan Pengkajian dan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Yan Christian Warinussy mempertanyakan jabatan Kabid Propam Polda Papua Barat yang saat ini dijabat oleh AKBP Murjoko Budyono.

Walau masih berstatus pelaksana tugas (Plt), tetapi Warinussy menilai ada kejanggalan dalam pemberian jabatan tersebut. Menurut dia,  Propam memiliki tugas penting untuk memastikan bahwa setiap anggota polisi menjalankan tugasnya sesuai aturan yang berlaku.

Kok terpidana dengan vonis 4 tahun 8 bulan dalam perkara suap judi online yang sudah putusan pengadilan bisa dapat jabatan sepenting ini,” kata Warinussy kepada sejumlah wartawan di Monokwari, Jumat (21/6/2019).

“Seorang Propam harus menjaga  kehormatan kepolisian dan dia harus orang terhormat.  Menurut saya, dia harus dicopot,” tegasnya.

Terkait hal ini, Karo SDM Polda Papua Barat Kombes Pol. Albertus Bambang Indrata mengatakan kasus yang menjerat AKBP Murjoko sudah tuntas. Menurut dia, kasus yang dulu pernah menjerat AKBP Murjoko bukan pantangan untuk tidak memberikan jabatan kepada yang bersangkutan. Alasannya, yang bersangkutan sudah menjalani hukuman dan hak-haknya dikembalikan.

“Kode etik sifatnya mutasi demosi. Jadi, dia dimutasikan dari Mabes ke sini, menjalani hukuman demosi,” kata Albertus saat dikonfirmasi, Jumat (21/6/2019).

Menurut Albertus, pihaknya tidak bisa menjustifikasi seseorang, karena setiap saat orang tersebut bisa mengalami perubahan ke arah yang lebih baik. “Kalau dia mengulangi kesalahan lagi, maka dia dipidana lagi lebih berat,  bahkan bisa PTDH,” imbuhnya.

Apalagi, kata Albertus, jabatan tersebut masih pelaksana tugas atau belum definitif. “Definitif belum ada. Kita sudah usulkan, tapi belum ada juga. Dan ini tidak menyalahi aturan,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, AKBP Murjoko Budoyono adalah mantan Kasubdit III Jatanras Ditkrimum Polda Jawa Barat.  Dia merupakan mantan terpidana kasus suap judi online medio 2014 di wilayah hukum Polda Jabar.  Dalam kasus itu,  dia divonis 4 tahun 8 bulan penjara, denda 300 juta dan subsidair 3 bulan. (Nic)




Loading Facebook Comments ...