Search

LPJ Pasuruan Dianggap Hanya Formalitas Belaka

Plt Bupati Pasuruan, Riang Kulup Prayuda saat membacakan penyampaian LKPJ pada sidang paripurna DPRD Kabupaten Pasuruan. (Foto : abd)
Plt Bupati Pasuruan, Riang Kulup Prayuda saat membacakan penyampaian LKPJ pada sidang paripurna DPRD Kabupaten Pasuruan. (Foto : abd)

Pasuruan, reportasenews.com – Pembacaan penyampaian laporan keterangan pertanggung jawaban (LKPJ) Bupati Pasuruan dalam menjalankan tugasnya setiap tahun, hanya menjadi formalitas belaka. Terlebih saat menghadapi pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Pasuruan, Jatim, yang diikuti hanya satu pasangan calon, Irsyad Yusuf- A Mujib Imron (Adjib).

Indikasi LPJ Bupati Pasuruan dihadapan sidang paripurna DPRD Kabupaten Pasuruan yang digelar pada Rabu (11/4/2018), itu nampak dari proses pembacaan yang dilakukan Plt Bupati Pasuruan, Riang Kulup Prayuda. Pembacaan dilakukan tanpa intonasi kalimat yang jelas dan terburu-buru.

Hal itu diakui Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan, yang memimpin jalannya rapat paripurna di gedung DPRD Kabupaten Pasuruan tersebut.“Ada sekitar 48 halaman dan dibaca semua oleh Plt Bupati. Tapi ya begitu, tanpa titik koma. Tadi sempat saya stop watch, hanya sekitar 45 menit. Padahal semalam sempat ada uji coba (gladi), pembacaan butuh 1 jam lebih dengan intonasi yang bisa dipahami,” ujar Sudiono.

Bagi Sudiono, secara keseluruhan pertanggung jawaban,  Bupati Pasuruan dalam menjalankan jabatannya dinilai berhasil. Terbukti dengan banyaknya kemajuan serta berbagai penghargaan yang diraih Kabupaten Pasuruan. Sehingga Irsyad Yusuf maju kembali sebagai Cabup Pasuruan dan bahkan menjadi calon tunggal berpasangan dengan A Mujib Imron.

“Memang kesan pembacaan LPJ sebagai formalitas sangat nampak, terlebih dikaitkan dengan pilkada. Bagi kami, terpenting dari LPJ ini adalah rekomendasi yang akan diberikan oleh fraksi-fraksi dalam paripurna selanjutnya,” beber dia.

Menurut Sudiono, rekomendasi yang akan diberikan fraksi-fraksi di DPRD Kabupaten Pasuruan nanti, akan banyak mengarah pada program pemerintah untuk masa jabatan selanjutnya dari Bupati Pasuruan. Salah satu yang terpenting adalah memperkecil disparitas (jarak/kesenjangan) antara kemajuan di Pasuruan wilayah timur dengan barat.

Kondisi kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Pasuruan sebelah timur, menujukkan tingkat kemiskinan yang luar biasa. Sementara di Kabupaten Pasuruan bagian barat, pertumbuhan pembangunan sangat maju dan menunjukkan kesejahteraan masyarakat yang tinggi.

“Untuk memperkecil disparitas ini, dengan mewujudkan di bagian timur sebagai kawasan industri. Selain tersedia lahan 1.000 hektar, sarana infrastruktur berupa jalan tol juga sudah ada. Kami tinggal melakukan pembahasan revisi RTRW (rencana tata ruang wilayah), yang hingga sekarang belum diserahkan oleh Bappeda ke kami,” tandas Sudiono.

Sementara, Plt Kepala Bappeda Kabupaten Pasuruan, Sunarto saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyusun perencanaan revisi RTRW Kabupaten Pasuruan tersebut.

“Targetnya memang tahun ini, revisi RTRW bisa ditetapkan. Karena RTRW itu menjadi syarat mutlak untuk pemberian ijin usaha bagi para investor yang masuk. Sekarang revisi RTRW ini tangah kami susun dan secepatnya akan diserahkan ke DPRD agar bisa dibahas dan ditetapkan,” tegas Sunarto. (abd)




Loading Facebook Comments ...