Search

Malam 27 Ramadan, Masjid Adz-zikra Siap Jemput Lailatul Qadr

Peserta Itikaf di Masjid Adz-zikra sedang membaca Alquran.(foto: pei)
Peserta Itikaf di Masjid Adz-zikra sedang membaca Alquran.(foto: pei)

Bogor, reportasenews.com – Ratusan Umat Islam sejak Rabu (21/6) siang terus berdatangan ke Masjid Adz-zikra, Sentul, Bogor. Mereka berdatangan dari berbagai daerah untuk melaksanakan Itikaf atau berdiam diri di dalam masjid untuk memperbanyak ibadah.

Terlebih Rabu malam nanti adalah malam ke-27 Ramadan. Malam ganjil adalah malam istimewa di mana Allah SWT menurunkan Lailatul Qadr atau malam yang kebaikannya 1.000 bulan.

Peserta Itikaf mendirikan tenda di Masjid Adz-zikra. (foto: pei)

Peserta Itikaf mendirikan tenda di Masjid Adz-zikra. (foto: pei)

Masjid yang dipimpin KH Muhammad Arifin Ilham ini memang setiap tahun menjadi tempat favorit umat Islam untuk beritikaf.

Selain berudara sejuk, masjid ini cukup luas. bisa menampung sekurangnya 20.000 jamaah. Jamaah Itikaf Masjid Azzikra akan melaksanakan ibadah salat wajib berjamaah dan Salat Sunah Tarawih serta Salat Tahajut yang akan diimami oleh para Imam Hafizd Quran yang bersuara merdu.

Untuk Ramadan kali ini, selain Ustadz Jalal, Ustadz Haryanto, Ustadz Asep yang menjadi imam tetap di Masjid Adz-zikra, diundang pula Dr Kamil EL Leboudy dan kedua anaknya Yazid dan Tabarok yang semuanya Hafidz Quran. Dr Kamil adalah pimpinan lembaga Nurul Qulb, Mesir yang aktif dalam pengajaran Ulumul Quran dan cara menghafal Quran.

Selain salat, kegiatan lain yang rutin digelar adalah Zikir. Kuliah usai Subuh, Kajian Dhuha dan Ashar serta Tasmi’ Quran. Malam 27 nanti Insyaallah akan digelar Zikir Akbar yang akan dipimpin langsung KH Muhammad Arfin Ilham. Zikir Akbar ini juga akan disiarkan secara live streaming di DZAT Chanel di Youtube dan Facebook.

Biasanya ribuan umat Islam akan hadir dan larut dalam ‘samudra’ Zikir dan doa yang amat syahdu. Ustadz Arifin mengajak Umat Islam untuk hadir bersama dalam Zikir Akbar malam nanti.

“Semoga kita mendapatkan keberkahan ramadan dan mendapatkan Lailatul Qadr” demikian harapan kiai muda ini. Selain ‘mereguk’ Zikir yang syahdu Insyaallah jamaah juga akan disajikan hidangan istimewa saat sahur nanti.

Panitia telah menyiapkan jamuan khas Timur Tengah, yakni nasi kebuli yang akan disantap bersama usai Salat Tahajud berjamaah.
Panitia Pelaksanan Itikaf Masjid Az-zikra telah menyiapkan fasilitas khusus bagi para mu’takifin.

Selain fasilitas MCK yang bersih dan jumlahnya memadai, panitia juga menyiapkan enam tenda pleton untuk jamaah beristirahat.

Itikaf, meraih pengalaman spiritual

Bagi Peki (44), itikaf adalah agenda yang sudah menjadi rutinitas setiap akhir Ramadan. Seperti biasa Penguasaha ekspedisi ini membangun tenda di sudut teras belakang Masjid Adz-zikra sejak sehari sebelum Itikaf dimulai.

“Udeh biasa, kalo besok takut gak kebagian tempat. Itikaf ini sudah saya lakonin dari sembilan tahun lalu bersama keluarga dan kawan dekat.” Tutur lelaki asal Ciledug Tangerang ini.

“11 Bulan kita disibukin dunia, udah sepantasnye kite sisihin waktu khusus beribadah. mendekatkan diri pada Allah di sepuluh hari terakhir Ramadan. Gak cuma demi Lailatul Qadr, yang kita nggak tahu dapet ape nggak? Itikaf seenggaknya jadi nambahin energi hidup. di sini kita evaluasi diri ” pungkas peki masih dengan logat betawinya yang kental.

Lain peki, lain pula Masrur Mustofa (35 tahun). Meski ia baru bisa hadir Selasa kemarin, karena kesibukannya mengajar, namun ia tidak mau ketinggalan. Ia boyong ketiga anaknya yang masih kecil turut Itikaf bersamanya.

“Selain beribadah saya juga ingin mengambil kesempatan ini untuk mendidik anak anak saya, merasakan suasana ibadah Itikaf di sini,” kata warga Depok ini.

Tak ubahnya dengan Masrur, Rizki (32) dan istrinya membawa pula kedua anaknya, zaki (7), dan Fayd yang masih berusia 11 bulan. “Dengan Itikaf di Masjid Adz- zikra ini kami bisa berwisata rohani kami ingin anak anak kami mencintai masjid sekaligus mencari Ridho Allah.” Tutur Rizki, peserta Itikaf asal Ciawi ini.

Itikaf dengan melibatkan keluarga memang menjadi trend yang tumbuh sejak beberapa tahun terakhir. Tak bisa dipungkiri semangat beragama yang tinggi ini bisa jadi sebagai manfaat dari dakwah yang sangat masif di media massa dan media sosial.(pei)




Loading Facebook Comments ...