Search

Mantan Anggota DPR RI, Zulfadhli Ditahan di Lapas Kelas 2A Pontianak

Terdakwa Ir. Zulfadhli saat diserahkan pihak Kejari Pontianak ke Kalapas Kelas II A Pontianak untuk menjalani hukuman di Lapas Kelas II A Pontianak.
Sumber fhoto: Kejari Pontianak.
Terdakwa Ir. Zulfadhli saat diserahkan pihak Kejari Pontianak ke Kalapas Kelas II A Pontianak untuk menjalani hukuman di Lapas Kelas II A Pontianak. Sumber fhoto: Kejari Pontianak.
Pontianak, reportasenews.com – Terpidana kasus korupsi dana hibah bantuan sosial KONI Kalimantan Barat dan juga  mantan  anggota DPR RI daerah pemilihan Kalimantan Barat, Ir. Zulfadhli MM, resmi diserahkan Kejaksaan negeri Pontianak ke lembaga pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Pontianak, Rabu (19/6/2019) pagi.
Sebelumnya, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Pontianak, Juliantoro memimpin langsung penangkapan Daftar Pencarian Orang (DPO) Ir.Zulfadhli MM di kediamannya di perumahan Raffles Hills Blok 03 Nomor 16 Depok, Jawa Barat, Selasa (18/6/ 2019) kemarin.
Dalam siaran persnya, Juliantoro menjelaskan terpidana dalam DPO,  Ir Zulfadhli MM,  ditangkap pada hari Selasa (18/6/2019) sekitar pukul 14.00 WIB di rumahnya yang terletak di Raffles Hills blok 03, Nomor 16 Tapos, Depok,Jawa Barat, setelah sebelumnya  selama satu minggu dilakukan pengintaian.
IMG-20190619-WA0043
Terdakwa Ir. Zulfadhli saat ditangkap tim Kejari Pontianak dibackup Polda Metro Jaya dan kejari Jakarta Barat di kediamannya di Depok, Jawa barat.
“Terpidana ditangkap tanpa prlawanan dan dibawa ke Kejari Jakarta Barat untuk menandatangani administrasi penangkapannya,” sebut Juliantoro.
Selanjutnya, pada Rabu, (19/6/ 2019) terpidana diterbangkan ke Pontianak dan diekseskusi di Lapas kelas IIA Pontianak.
Penangkapan dilakukan tim pidsus dan intelijen Kejari Pontianak dibackup Polda Metro Jaya dan Kejari Jakarta Barat.
Mahkamah Agung mengabulkan permohonan kasasi Kejaksaan Negeri Pontianak dalam perkara korupsi dana Hibah KONI Kalimantan Barat 2006 – 2008.
Dalam putusan nomor 652K/ pid.sus/ 2008, Mahkamah Agung memperberat hukuman terhadap terdakwa Zulfadhli dari hukuman 8 tahun penjara denda Rp 200 juta dan membayar pengganti Rp 11,225 miliar.
MA memperbaiki putusan Pengadilan Tinggi Kalbar nomor 13/ Pid.Sus-TPK/ 2017/ PTK Kalbar tanggal 10 Juli 2017. Putusan banding itu menguatkan putusan Pengadilan Tipikor Pontianak Nomor 44/ Pid.sus-TPK/ 2016/ PN Pontianak tanggal 13 April 2016.
Pengadilan tingkat pertama, memutus Zulfadhli dihukum 1 tahun penjara dan denda 100 juta subsider tiga bulan kurungan. Pengadilan Tipikor Pontianak tidak menjatuhkan hukuman membayar uang pengganti. (das)



Loading Facebook Comments ...