Search

Masjid Berbentuk Kapal Jadi Destinasi Wisata di Banten

Masjid berbentuk kapal yang berada di Kampung Drangong Desa Curugmanis Kecamatan Curug Serang Banten. (foto: dew)
Masjid berbentuk kapal yang berada di Kampung Drangong Desa Curugmanis Kecamatan Curug Serang Banten. (foto: dew)

Banten, reportasenews.com – Sebuah bangunan mesjid yang menyerupai kapal laut berdiri dengan gagahnya ditengah tengah tanah wakaf yang sebagian digunakan sebagai pemakaman warga Kampung Drangong Desa Curugmanis Kecamatan Curug Serang Banten.

Masjid berlantai tiga ini dibangun sejak tahun 2014 lalu, namun baru dapat diselesaikan Mei 2017. Bangunan masjid yang dibangun dengan bentuk menyerupai kapal laut ini memang diambil dari sisi sejarah pada abad sejarah kerajaan Banten.

Menurut cerita tokoh, beberapa abad yang lalu, pernah terjadi kandasnya sebuah kapal laut yang konon terletak di tanah makam ini.

Di tanah makam ini terletak Makam Syekh Abdullah Angga Derpa atau biasa dijuluki kapal bosok (kapal sudah rusak).

Terdapat 83 syekh keturunan Syekh Abdullah Angga Derpa yang konon dimakamkan dipemakaman ini, dan kini dijadikan tempat berziarah warga sekitar.

Tanah wakaf yang kini dijadikan tanah pemakaman umum dengan luas sekitar dua hektar. Kini Masjid berbentuk kapal ini dijadikan tempat rekreasi warga Serang Banten dan sekitatnya.

Bangunan masjid yang menyerupai kapal laut berlantai tiga dengan segala fasilitas yang ada, menunjang kenyaman bagi para pengunjung, seperti toilet, dan kantin telah tersedia.

Tidak ada pungutan untuk masuk ke area ini, pengunjung cukup membayar parkir yakni untuk sepeda motor Rp 2.000 dan mobil Rp 5.000.

Aad pemandu ziarah menyatakan memang dulunya ada kapal terdampar di lokasi ini dan kini tinggal puing-puingnya saja. “ini makam 83 syekh keturunan, Syekh Abdullah Angga Derpa Kapal Bosok, dan tempat ini emang tanah makam yang luasnya sekitar dua hektar, kini dijadikan bangunan masjid menyerupai kapal laut, dan emang sejarahnya pernah ada kapal laut yang dijuluki kapal bosok ditempat ini, sekarang sudah hancur jadi tanah, tapi beberapa baut-bautnya yang masih utuh kini disimpan diatas bangunan mesjid,” ujarnya. (dew)




Loading Facebook Comments ...