Search

Mayjen Tugas Ratmono Ingin Pelaksanaan 3T Tepat dan Efektif

Mayjen Tugas Ratmono saat memantau pelaksanaan 3T di Kelurahan Cikini, Senin, 22 Februari 2021 (Foto: Mada Mahfud)

Jakarta, Reportasenews –  Mayjen TNI Tugas Ratomo selaku Tim Penanganan Covid-19 dan Vaksinasi memantau langsung pelaksanaan Testing, Tracing dan Treating (3T) di Puskesmas Menteng dan Kelurahan Cikini, Senin (22/2/2021).

Kapuskes TNI yang juga Koordinator RSDC Wisma atlet ini mengecek pelaksanaan 3T kepada Kepala Puskesmas drg. IGA Rustandi dan sejumlah tracer Covid-19 dari Puskesmas. Sejumlah pertanyaan diajukan Kepala Pusat Kesehatan TNI seputar cara para tracer melacak kemungkinan orang yang terpapar Covid-19.

Turut hadir dalam pemantauan ini Sekretaris Ditjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan drg. Kartini Rustandi, M.Kes.

Selepas dari Puskesmas, Mayjen Tugas Ratmono bersama drg Kartini Rustandi, M Kes melanjutkan pemantauan ke Kelurahan Cikini, Jakarta Pusat.

Mayjen Tugas Ratmono sedang memberikan arahan pada seorang tracer Covid dari Babinsa Kelurahan Cikini, Senin, 22 Februari 2021 (Foto: Mada Mahfud)

Di halaman Kelurahan Cikini terdapat posko Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. Di sini Mayjen Tugas bertemu dengan sejumlah tracer Covid-19 dari unsur TNI, Polri dan dari Satpol PP.

Dalam perbincangan dengan para tracer Covid ini, Mayjen Tugas menanyakan seputar kegiatan tracing. “Kalau seseorang bertemu selama 5 menit dengan orang yang diketahui terpapar Covid-19 apakah itu disebut kontak erat?” begitu tanya Mayjen Tugas kepada para petugas tracing Covid-19 di Kelurahan Cikini.

Seusai melakukan pemantauan, Mayjen Tugas Ratmono yang juga Koordinator Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran menyatakan ingin melihat representasi pelaksanaan 3T dan 3M di tingkat kelurahan, RT dan RW. “Tujuannya supaya betul-betul dari pusat sampai tingkat RT/RW itu satu kendali, satu sinkronisasi sehingga kita harapkan bisa memberikan hasil yang sangat baik dalam proses percepatan penanganan  Covid-19,” katanya.

Mayjen Tugas menyatakan fungsi tracer sangat penting sehingga orang yang terpapar Covid-19 bisa segera diketahui untuk secepatnya dilakukan testing dan perawatan (treating). “Tujuannya adalah memutus mata rantai penularan sedini mungkin. Konsepnya jangan ada lagi yang tertular dan menulari. Makanya kita ingin tahu bagaimana tracer bekerja di lapangan,” jelas jenderal bintang dua ini.

Kepala Pusat Kesehatan TNI tersebut juga menekankan pentingnya kerja sama Tiga Pilar dalam pelaksanaan 3T yaitu unsur TNI, Polri dan unsur Pemerintah Daerah. “Saya lihat kerja sama tiga pilar ini sangat baik. Jadi tracer-tracer dari TNI, Polri dan Pemda saling bekerja sama memberikan keterpaduan dalam penanganan Covid-19 di lingkungan masing-masing,” pungkas Mayjen Tugas. (MM).




Loading Facebook Comments ...