Search

Mayjen Tugas Ratmono : Masyarakat Harus Terus Waspada Agar Covid Tidak Merajalela

Mayjen TNI Tugas Ratmono, Koordinator Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat. (Foto. Didik W)

Jakarta, Reportasenews – Meski berbagai upaya pemerintah baik pusat maupun daerah dalam mencegah peningkatan covid terus dilakukan hingga saai ini. Memasuki pertengahan bulan di awal tahun 2021, sepertinya belum ada tanda-tanda penurunan jumalah orang yang terpapar covid-19.

Di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, jumlah pasien positif Covid-19 per Rabu (13/1/2021) ada penambahan 128 orang dibanding data sehari sebelumnya. Saat ini tak ada lagi pasien tanpa gejala di Wisma Atlet. Seluruh tower digunakan untuk pasien bergejala.

Untuk mengantisipasi terus bertambahnya pasien di RSDC Wisma Atlet, Mayjen TNI Tugas Ratmono selaku Koordinator RSDC Wisma Atlet mengatakan akan berupaya meningkatkan pelayanan agar tidak terjadi keterlambatan penanganan.

Mayjen Tugas Ratmono saat melakukan kunjungan ke pasien di RSDC Wisma Atlet. (Foto. Didik W)

“Dengan kondisi meningkatnya jumlah pasien di RSDC Wisma Atlet, kita akan terus meningkatkan pelayanan dan mengatisipasi delay penanganan. Kita akan lebih fokus bagaimana orang yang bergejala ringan jangan masuk ke penanganan sedang atau sebaliknya, ini harus benar benar dijaga agar bisa mempercepat kesembuhan”, ujar Tugas Ratmono.

Salah satu  yang dilakukan untuk meningkatkan pelayanan pasien dari sisi manajemen adalah dengan menempatkan pasien ke tempat yang tepat sesuai dengan kondisi kesehatannya.

“Dari sisi manajemen kita mengimprov dengan memetakan pasien dengan komorbit kita tempatkan di ruang dekat HCU, ICU transisi dan Intermediate. Ini sudah kita lakukan agar tidak terjadi  keterlambatan penanganan dan pasien cepat ditangani”, lanjutnya.

Menurut Mayjen Tugas Ratmono yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Kesehatan (KAPUSKES) TNI, dalam kondisi seperti saat ini yang paling penting adalah perlunya kesadaran dan kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19.

“Yang paling penting saat ini adalah terus tingkatkan kewaspadaan untuk melakukan protokol kesehatan. Ibarat perang dengan musuh covid, kalau kita lengah covid akan merajalela”, tegasnya.

Kesadaran masyarakat merupakan perilaku, karenanya dibutuhkan sosok panutan yang bisa mengajak masyarakat bersama sama melawan corona.

“Kewaspadaan adalah masalah perilaku, jadi harus ada orang yang bisa mengingatkan. Mereka adalah  orang yang didengar omongannya, seperti Ulama, guru, dan pemimpin pemerintahan setempat. Ini menjadi kunci penting untuk selalu mengajak masyarakat agar terus waspada.”, tutup Mayjen Tugas Ratmono. (Dik)




Loading Facebook Comments ...