Search

Mengaku Diperas Setengah Miliar Rupiah, Dua Wanita Ini Lapor ke Propam Mabes Polri

Itamari Lase bersama Meriani Zendrato dan Venny Gan di Mabes Polri, Kamis (4/4/2019). Mereka melaporkan kasus dugaan pemerasan yang dilakukan oknum polisi di Polres Nias. (Ist)
Itamari Lase bersama Meriani Zendrato dan Venny Gan di Mabes Polri, Kamis (4/4/2019). Mereka melaporkan kasus dugaan pemerasan yang dilakukan oknum polisi di Polres Nias. (Ist)

Jakarta, reportasenews.com – Dua wanita dari Nias, Sumatera Utara, mendatangi kantor Divisi Propam Mabes Polri di Jalan Trunojoyo, Jakarta, Kamis (4/4/2019). Berdasarkan Laporan Polisi No: SPSP2/974/IV/2019/BAGYANDUAN, mereka melaporkan dugaan pemerasan berlatar kasus narkoba dengan terlapor Kasat Resnarkoba Polres Nias Iptu Martua Manik.

Meriani Zendrato dan Venny Gan datang ke kantor Divisi Propam Mabes Polri didampingi pengacaranya, Itamari Lase, SH. Mereka mengaku diperas senilai Rp 500 juta oleh anggota Satres Narkoba Polres Nias setelah menangkap suami mereka.

Menurut Itamari, kasus pemerasan itu berawal dari penangkapan Stevenson alias Steven dan Djoniso alias Koban pada 6 Februari 2019.

Tanpa memperlihatkan Surat Perintah Penangkapan, kata dia, penyidik Satnarkoba Polres Nias yang dipimpin Iptu Martua Manik menangkap Stevenson alias Steven di rumahnya sekitar pukul 00.30 WIB. Selain itu, polisi juga menangkap Djoniso alias Koban di rumahnya sekitar pukul 01.30 WIB.

“Kedua klien saya lantas dibawa ke Polres Nias dan ditahan tanpa barang bukti. Mereka tidak terkait dengan jaringan peredaran narkotika,” katanya kepada reportasenews.com, Kamis (4/4/2019).

Paginya, sekitar pukul  09.00 WIB, menurut dia, Kasat Resnarkoba Iptu Martua Manik bersama KBO Narkoba Polres Nias bernama Hesena Zilliwu menemu istri Stevenson, Meriani Zendrato. Kepada perempuan itu, kata dia, Iptu Martua Manik meminta uang damai sebanyak Rp 500 juta.

“Ada saksi yang melihat permintaan uang itu. Namanya Aldika Wau,” ungkapnya.

Namun, kata dia, sejauh ini kedua kliennya tidak bersedia memberi uang sesuai permintaan Kasat Resnarkoba Iptu Martua Manik. Menurut dia, Steven dan Koban ditahan sejak 8 Maret 2019.

LP Pemerasan

“Tegas-tegas Kasatnya bilang bahwa selain tidak ada barang bukti, mereka (Steven dan Koban) tidak terkait jaringan pengedar narkoba. Tapi, keduanya tetap aja ditahan yang sampai hari ini sudah 60 hari,” terang Itamari.

Itu sebabnya, kata dia, istri kliennya melapor ke Propam Mabes Polri untuk mencari keadilan.

Ketika kasus dugaan pemerasan tersebut dikonfirmasi, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Agus Andrianto mengaku belum mengetahuinya. “Saya sudah perintahkan Propam untuk mengeceknya,” katanya melalui pesan WhatsApp kepada reportasenews.com.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Agus Andrianto juga mengatakan akan memerintahkan Irwasda dan Direktur Narkoba Polda Sumatera Utara untuk mengecek kebenaran informasi terkait kasus tersebut.

“Saya minta ke Irwasda dan Dir Narkoba cek bagaimana ceritanya,” pungkasnya. (Tjg/Sir)




Loading Facebook Comments ...