Search

Mengalahkan Mafia Birokrasi, Mungkinkah?

Foto Ilustrasi
Foto Ilustrasi

Oleh: Kombes Pol Dr Chrysnanda DL

JAKARTA – RN.COM, Dalam mitologi Yunani Herkules, anak dewa Hermes disiapkan menjadi manusia setengah dewa. Ia dididik dengan keras, hidupnya penuh tantangan dan perjuangan.

Herkules menjadi harapan untuk mengalahkan Medusa, perempuan berambut ular yang kejam dan jahat. Siapa saja yang melawannya akan dimatikannya.

Jangankan melawan, melihat saja mati. Kekuatan sinar matanya sangat luar biasa. Mafia-mafia birokrasi bagai Medusa, siapa saja yang melawannya pasti dimatikan hidup dan kehidupannya.

Untuk melawan mafia birokrasi  perlu kader-kader Herkules yang memiliki keunggulan dari nyali, integritas, kompetensi, solusi-solusi dan tentu saja siap untuk mati dan siap mukti (berjaya).

Herkules dalam mengalahkan Medusa pun dengan strategi. Ia sadar kalau modal nekat akan mati konyol. Maka ia menggunakan akal dan strategi. Ia berteriak menantang Medusa saat sinar matahari masuk sehingga menyilaukan matanya. Matanya yang membahayakan tidak berfungsi dengan sempurna.

Pada saat silau matanya, dengan cepat Herkules mengeluarkan tameng yang berkilau bagai cermin. Tatkala melihat ada musuh, Medusa terkejut dan refleks menyerang dengan kekuatannya.

Siapa saja yang melihatnya mati. Ia tak sadar itu pantulan dari dirinya dan seketika itu matilah dia. Mengalahkan mafia birokrasi bukan dengan cara frontal, namun memang diperlukan strategi agar senjata dan kesaktiannya mematikan dirinya sendiri.

Salah satu caranya adalah diperlukan orang-orang yang berani dan memiliki nyali memimpin dan mampu membangun sistem-sistem on-line.

Para mafia birokrasi ini pendekatannya uang. Maka sumber-sumber uang dan selang-selang aliran dana bagi energi kekuatannya dipangkas. Sang mafia bagai Mendusa akan mati dengan sendirinya.

Pertanyaannya, siapa yang akan menjadi Herkules yang siap mati dan siap mukti? Siap menjadi pemimpin untuk membangun sistem-sistem terhubung (on-line) pada pelayanan publik.

Memangkas sumber daya manusia yang sebagai penebar jabatan, memangkas pengadaan-pengadaan sebagai sumber mark up, memangkas kewenangan-kewenangan otoriter pada bagian upaya paksa, kontrol, perizinan, auditing dan penegakan hukum. Berani menegakkan hukum tebang habis bagi kaum kroni di zona aman dan nyaman. (Redaksi)




Loading Facebook Comments ...