Search

Mengantuk,  Minibus  Tabrak Truk di Jalur Pantura Situbondo

minibus bernopol DK 1841 BK, yang  dikemudikan Mahmudi (49), Jalan Pratama Celok Benoa, Badung, Bali menabrak  truk . (foto:fat)
minibus bernopol DK 1841 BK, yang dikemudikan Mahmudi (49), Jalan Pratama Celok Benoa, Badung, Bali menabrak truk . (foto:fat)

Situbondo,reportasenews.com – Diduga mengemudikan dalam kondisi mengantuk berat, sebuah  kendaraan minibus bernopol DK 1841 BK, yang  dikemudikan Mahmudi (49), Jalan Pratama Celok Benoa, Badung, Bali menabrak  truk bernopol  bernopol DK 9423 JG, yang dikemudikan Saifullah (32), Selasa (18/6/2019)

Akibat insiden tabrakan yang terjadi di Jalan Raya DesaKecamatan  Banyuputih, Situbondo  itu, mengakibatkan bodi depan minibus yang dikemudikan korban Mahmudi mengalami  rusak berat. Selain itu,  bak samping   kanan dan bak bagian atas truk yang dikemudikan Saifullah juga rusak.

Beruntung,  tidak ada korban jiwa dalam insiden tabrakan  yang terjadi di Jalur Pantura Situbondo,  meski kondisi  bodi depan minibus bernopol DK 1841 BK mengalami rusak berat, namun  Mahmudi selaku sopir hanya  mengalami luka ringan, dengan kondisi mengalami  robek pada dagu, memar, dan mengalami luka lecet pada lengan tangan kanannya.

Diperoleh keterangan,  insiden tabrakan yang terjadi di Jalan Raya Desa/Kecamatan Banyuputih, Situbondo itu, berawal saat korban  Mahmudi mengemudikan  mobilnya dari arah timur menuju ke arah barat, dengan kecepatan sedang.

Namun,  karena korban  mengemudikan dalam  kondisi mengantuk, sehingga saat melintas dilokasi kejadian korban tidak dapat mengendalikan kemudinya, dan langsung menabrak   kendaraan truk bernopol DK 9423-JG  yang dikemudikan Saifullah,  yang melaju dari arah berlawanan.

“Saya  memang dalam kondisi mengantuk berat, sehingga saat tabrakan sempat tertidur sesaat, setelah menempuh perjalanan jauh dari Badung, Bali,”kata pengakuan  Mahmudi kepada petugas lantas Polres Situbondo, Selasa (18/6/2019).

Kanit Laka Polres Situbondo Ipda Teguh Santoso mengatakan, dugaan sementara, karena Mahmudi  selaku sopir mengemudikan dalam kondisi mengantuk, sehingga saat melintas dilokasi kejadian korban tidak dapat mengendalikan kemudinya.

“Agar kasus serupa tidak terulang di Jalur Pantura Situbondo, yang merupakan jalur pantura terpanjang di Jawa Timur,  saya menghimbau kepada para pengendara kendaraan bermotor  untuk istirahat jika mulai mengantuk,”imbau Ipda Teguh Santoso.(fat)




Loading Facebook Comments ...