Search

Mengenal Penyakit Gastritis yang Kerap Diderita Masyarakat

Ilustrasi Penyakit Gastritis.
Ilustrasi Penyakit Gastritis.
Jayapura, reportasenews.com –  Apa itu antasida? Antasida adalah obat untuk mengatasi penyakit gastritis atau maag. Tahukah kamu maag atau gastritis merupakan salah satu penyakit dari 10 penyakit terbanyak pada pasien rawat inap di Indonesia? Persentase dari angka kejadian maag secara total di Indonesia menurut WHO mencapai 40,8%. Faktor penyebab gastritis adalah karena mengkonsumsi makanan pedas, makanan asam, sering makan tidak tepat waktu, minum minuman bersoda dan kopi. Penyakit ini dapat menyerang seluruh lapisan masyarakat dari semua tingkat usia maupun jenis kelamin, terutama pada usia produktif.
Penulis yang merupakan Mahasiswa Fakultas Farmasi, semester 4 universitas Sanata Dharma Jogjakarta.
Dimana penulisan ini mengulas Penyakit maag yang dapat terjadi bila jumlah atau volume asam lambung dalam perut kita meningkat. Sebenarnya, asam lambung diproduksi oleh tubuh untuk memecah protein. Namun jika asam lambung dalam keadaan berlebih, bisa menyebabkan iritasi pada dinding lambung karena bersifat iritatif atau abrasit. Hal ini menyebabkan terjadinya gejala nyeri pada dada, rasa panas diulu hati seperti tertusuk-tusuk, merasa mual, perut terasa kembung karena banyak gas dilambung, serta terasa meriang tetapi tidak demam.
Gastritis (maag) dapat terjadi akibat adanya ketidakseimbangan antara faktor penyebab iritasi lambung atau disebut juga faktor agresif (pepsin dan HCl) dan faktor defensive (mukus bikarbonat). Gastritis yang tidak ditangani dapat menuntun pada penyakit Peptic Ulcer Disease yaitu kerusakan mukosa yang berkaitan dengan sekresi asam lambung dan pepsin. Penyebab ketidakseimbangan faktor agresif-defensif tersebut antara lain adanya infeksi Helicobacter pylori, penggunaan obat-obatan golongan NSAID.
Faktor resiko yang menyebabkan penyakit ini adalah pola hidup dengan tingkat stres tinggi yang mengakibatkan kontraksi otot lambung dan sekresi asam meningkat. Minuman berkafein dan alkohol menyebabkan interaksi local di lambung yang akan menurunkan pH asam lambung sehingga mengakibatkan kerusakan sel epitel dan mucosal pada lambung. Pola hidup merokok yang dapat menurunkan healing rates, meningkatkan resiko infeksi H. pylori dan komplikasi. Diet ketat berlebihan, makanan tinggi lemak, makanan pedas yang akan menginduksi produksi asam lambung berlebihan sehingga meningkatkan resiko Peptic Ulcer Disease. Faktor usia pada orang berumur 50 tahun ke atas juga akan meningkatkan resiko terkena penyakit ini disebabkan oleh penurunan fungsi organ.
Obat-obat yang sering digunakan untuk mengatasi penyakit gastritis yang belum parah adalah obat-obat golongan antasida. Jadi, apa itu antasida? Antasida adalah golongan obat yang digunakan dalam terapi gastritis yang merupakan basa lemah. Contoh dari antasida adalah alumunium hidroksida, magnesium hidroksida, natrium bikarbonat, dan kalsium karbonat. Antasida memiliki mekanisme kerja menetralisir asam lambung dan mereduksi aktivitas pepsin.
Antasida menetralisir asam lambung dengan cara, basa lemah pada antasida yang apabila bertemu dengan asam lambung akan bereaksi membentuk garam dan air(reaksi asam basa). Dengan diberikannya antasida, maka kondisi lambung yang semulanya asam karena terdapat HCl yang berlebih akan ternetralisir oleh basa antasida yang kemudian membentuk air dan garam sehingga kondisi maag dapat terobati. Maka antasida efektif dapat mengatasi maag yang ringan. Selain itu antasida juga mudah ditemui dipasaran. Contoh obat – obat antasida di pasaran yang sering kita temui adalah promag danmylanta.
Tetapi antasida tidak dapat digunakan untuk gastritis yang sudah parah karena mekanismenya hanya menetralkan asam lambung saja. Untuk gastritis yang sudah parah, biasanya bukan hanya disebabkan oleh HCl yang berlebih saja, tetapi sudah terdapat beberapa komplikasi lainnya juga sehingga antasida bukan pilihan obat yang tepat untuk mengatasi gastritis yang sudah parah. Sehingga apabila kita memiliki gastritis yang sudah parah atau mengkonsumsi antasida tetapi gastritis masih belum terobati, sebaiknya dikonsultasikan ke dokter agar kita mendapatkan terapi yang tepat dan sesuai untuk gastritis kita. ( riy )



Loading Facebook Comments ...