Search

Menikmati Indahnya Lautan Awan Putih di Puncak Bukit Selisiak, Bonti

Pesona keindahan alam Puncak Bukit Selisiak.
Pesona keindahan alam Puncak Bukit Selisiak.
Pontianak, reportasenews.com – Tak terasa akhir pekan sudah datang lagi. Sudah kah memiliki rencana untuk mengisi akhir pekan yang berkesan?. Bagi Anda, yang gemar jalan-jalan atau berpergian ke suatu tempat di dalam negri, tak salah jika memiliki banyak waktu dapat memasukan agenda perjalanan anda ke Provinsi Kalimantan Barat.
Provinsi yang memiliki keunikan, karena berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia menyimpan sejuta pesona keindahan alamnya yang belum banyak diketahui publik. Namun di era teknologi digital saat ini, publik semakin tahu dengan banyaknya spot wisata alam di Kalimantan Barat yang tersembunyi di tengah lebatnya belantara hutan hujan tropis Kalimantan, melalui media sosial salah satunya Instagram ataupun youtube.
Tak heran, jika saat ini banyak tempat wisata alam di Kalimantan Barat menjadi buruan wisatawan karena lokasinya yang memanjakan mata atau instagramable.
Nah, salahsatu lokasi baru yang saat ini tengah jadi perbincangan adalah puncak Bukit Selisiak. Bukit yang berada di deretan perbukitan ini terletak di Dusun Entajan, Desa Nibongk, Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
Lokasi berada sekitar 267 kilometer dari ibukota provinsi Kalimantan Barat, Pontianak dengan waktu tempuh normal menggunakan kendaraan sekitar 3 – 4 jam menuju ke dusun ini.
Meski berada jauh dari ibukota provinsi Kalimantan Barat, namun Dusun Entajan ini justru lebih dekat dengan kecamatan Entikong, yang merupakan kawasan ekonomi terpadu karena berada di pintu perbatasan dua negara, Indonesia – Malaysia.
Akses jalan yang dilalui tergolong lancar dan mulus, namun saat memasuki kawasan Dusun Entajan, jalan yang dilalui sedikit rusak, karena masih sebagian besar jalan tanah dan rabat beton.
Bukit Selisiak menawarkan keindahan alam yang mengagumkan. Lautan awan dan sinar mentari yang begitu menawan di saat pagi dan sore hari, menjadi buruan wisatawan untuk menikmati keindahannya dengan mengabdikan momen tersebut dengan kamera maupun dengan smartphone.
Sejuta pesona alam dengan pemandangan deretan perbukitan ini menjadikan Bukit Selisiak menjadi destinasi baru wisatawan, termasuk mereka yang gemar melakukan kegiatan outdoor seperti hiking atau camping.
Selain gumpalan awan putih yang memanjakan mata, Bukit Selisiak ini juga menawarkan keindahan lainnya. Yakni, bentangan lautan ilalang atau hamparan ilalang yang memenuhi punggung bukit Selisiak.
Keindahan inilah yang membuat Bukit Selisiak mulai ramai dikunjungi wisatawan baik yang datang perorangan maupun kelompok.
Mereka yang berkelompok biasanya adalah komunitas pencinta alam, yang mulai tumbuh seiring trend kegiatan outdoor yang mulai digemari kaum milenial atau generasi saat ini.
“Trek pendakiannya menguji mental dan fisik. Karena selama pendakian selalu menanjak. Ini perlunya persiapan terutama ketersediaan air untuk minum, karena air hanya dapat ditemukan di kaki bukit, sedangkan di puncak, sama sekali tidak ada lagi sumber air,” kata Romanus Hargi, anggota KPA Petualang Kalbar.
Bukit Selisiak memiliki ketinggian 570 mdpl. Deretan perbukitan ini bukan merupakan deretan pegunungan vulkanik, sehingga aman saat pendakian. Namun yang diperhatikan, selama pendakian adalah tetap mengutamakan kebersihan dan kelestarian alam, agar alam yang dikunjungi tak penuh sampah atau kotoran.
“Suasana pasti beda, setiap trip selalu mendapatkan kawan baru. Dan, pastinya lebih banyak,” ungkap Evhid, atau sering dipanggil Ilom Wijaya dari KPA Keluarge Petualang.
Pendakian ke puncak bukit Selisiak membutuhkan waktu perjalanan sekitar 2 – 3 jam jalan kaki.
Karena trek yang terus menanjak, pendaki harus memiliki ekstra tenaga terutama saat membawa keril dengan muatan yang berat.
Tapi agar terasa ringan, nikmatilah semua perjalanan, dengan tenang dan terus melangkah pelan.
“Pendakiannya seru, apalagi bisa  perosotan, dan yang paling berkesan adalah dapat melihat keindahan alamnya dan mendengar suara jenis mahluk atau satwa yang masih hidup liar di hutan,” ujar Ilom.
Apabila beruntung, saat pendakian ke Bukit Selisiak adalah saat masa musim buah-buahan. Pendaki semakin dimanjakan dengan banyaknya pohon buah hutan seperti pluntan, cempedak, mentawak, mangga hutan atau bacang, atau buah Durian jatuh. Semua itu menjadikan pendakian ke Bukit Selisiak menjadi lebih berkesan.
Tentunya selama pendakian, pengunjung atau wisatawan tetap memiliki kesopanan, mematuhi peraturan yang telah dibuat perangkat desa atau juga peraturan adat yang masih berlaku disana. Nah, untuk biaya masuk saat pendakian adalah biaya parkir, ditambah biaya sukarela untuk perawatan dan pemeliharaan keindahan trek dan jalur pendakian Bukit Selisiak. (das)



Loading Facebook Comments ...