Search

Menteri Denmark Mengatakan Muslim Seharusnya Tidak Bekerja Selama Ramadhan

mentri

Denmark, reportasenews.com – Seorang menteri pemerintah Denmark telah menegaskan bahwa umat Islam tidak boleh bekerja selama Ramadhan karena periode puasa sebulan penuh menimbulkan bahaya keamanan di beberapa profesi dan membuat praktik itu “berbahaya bagi kita semua.”

Menteri Integrasi Inger Stoejberg, seorang garis keras dengan pemerintah koalisi kanan-tengah Denmark, mempertanyakan dalam posting blog yang diterbitkan Senin, bagaimana menyikapi “Islam memerintahkan ketaatan kepada pilar Islam berusia 1.400 tahun” itu sesuai dengan tuntutan pasar tenaga kerja modern.

Dalam tulisannya yang diterbitkan oleh tabloid Denmark, BT Stoejberg mengutip pengendara bus sebagai contoh pekerja yang kinerjanya dapat terpengaruh oleh makanan dan minuman di siang hari pada bulan suci.

Inger Stoejberg berpikir jika muslim berpuasa sambil bekerja maka pekerjaannya akan hancur berantakan akibat tidak mempu berkonsentrasi disaat puasa.

Dia mendesak semua Muslim untuk mengambil cuti dari pekerjaan selama Ramadhan “untuk menghindari konsekuensi negatif bagi masyarakat Denmark lainnya.”

Ketua Uni Muslim Finlandia Pia Jardi menyebut saran menteri itu “ide yang benar-benar absurd.”

“Tidak ada informasi atau statistik untuk menunjukkan bahwa sopir bus atau pekerja Muslim lainnya entah bagaimana akan berperilaku berbahaya saat berpuasa,” kata Jardi. “Di sebagian besar negara Muslim, toko dan bisnis terus beroperasi seperti biasanya.”

Muslim yang berkomitmen untuk berpuasa juga “memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan istirahat yang layak,” katanya. (Hsg)




Loading Facebook Comments ...