Search

Menteri Pertanian Israel Buat Doa Massal Meminta Hujan di Yerusalem

Mentri Pertanian Israel meminta masyarakat membuat doa bersama minta hujan akibat dihajar kekeringan parah di Yerusalem/ ist
Mentri Pertanian Israel meminta masyarakat membuat doa bersama minta hujan akibat dihajar kekeringan parah di Yerusalem/ ist

Yerusalem, reportasenews.com – Sedikitnya 2.500 orang yahudi ikut bersama dalam doa massal disisi Tembok Barat menyusul seruan oleh kementerian pertanian Israel kepada rakyat Israel untuk meminta campur tangan Tuhan untuk turunnya hujan agar dapat mengakhiri kekeringan yang melanda negara tersebut selama satu tahun berturut-turut.

Ribuan petani, Presiden Serikat Petani Israel, ketua yahudi ortodok tertinggi disana, David Lau dan Yitzhak Yosef, juga tampak hadir. Menteri Pertanian Israel, Uri Ariel, ikut dalam acara doa bersama minta hujan.

Prakiraan cuaca jangka panjang baru-baru ini oleh Pusat Prakiraan Cuaca Eropa telah menunjukkan bahwa Israel harus bersiap menghadapi musim dingin yang kering, yang memperkirakan tidak akan ada hujan sampai 64,7 persen.

Merasa doanya pasti terkabul, Mentri pertanian Ariel yakin keberhasilan doanya pasti tinggi, karena itu dia mengatakan kepada khalayak agar membawa payung untuk berjaga-jaga jika hujan lebat. Dan lucunya, banyak orang percaya anjuran membawa payung.

“Setelah empat tahun kekeringan, sejauh ini rata-rata tidak ada hujan, dan yang satu ini akan menjadi musim kering yang lain. Saya senang masyarakat ikut serta dalam doa dan membawa payung,” kata Ariel seperti dikutip Aratz Sheva.

Ajakan berdoa masal ini ditertawakan bagi sebagian orang, mereka mencela apa yang tampaknya menjadi ketergantungan Ariel pada kekuatan Tuhan untuk mengatasi masalah yang dimandatkan kedia sebagai Mentri Pertanian.

Ariel, bagaimanapun, membela catatan kementeriannya, mengatakan bahwa mereka telah berhasil mengurangi harga air tawar untuk petani sebesar 20 persen, atau akan membayarnya. Antara lain, penting untuk mempertimbangkan kondisi persediaan air.

Mengingat bulan-bulan kekeringan yang meroket tinggi dan juga disertai dengan kebakaran hutan yang mengamuk tahun silam, beberapa pendapat lain lantas berusaha “sok tahu” menjelaskan akar penyebab fenomena alam kekeringan panjang ini.

Pekan lalu, saudara ipar Benjamin Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa kekeringan parah ini adalah hukuman ilahi untuk kesepakatan pertukaran narapidana, di mana tentara Israel Gilad Shalit dibebaskan oleh Hamas dengan imbalan lebih dari 1.000 tahanan Palestina pada tahun 2011.

Menurut dia, inilah akar penyebab Israel dihajar kekeringan karena mau tunduk pada Hamas. Ini adalah hukuman Tuhan kepada Israel karena menyerah pada tuntutan Palestina.

“Saya bertanya pada diri sendiri apa yang terjadi lima atau enam tahun yang lalu, yang menyebabkan banyak kegelisahan di langit. Ini akibat dari skandal hebat dan dosa kolektif semua orang Israel, pembebasan teroris dalam kesepakatan Schalit, ” Dr. Ben-Artzi mengatakan kepada media Arutz Sheva.

Kekeringan di Israel akan menghajar sektor pertanian dan perkebunan disana. Sebagian besar lahar perkebunan dan pertanian justru dibuat diatas tanah jajahan. Dahulunya tanah itu milik penduduk Palestina yang kemudian digusur dan diusir.

Lahan hasil rampasan ditanam tanaman pangan, dan sebagian ditanam pohon Ghorkot jutaan hektar yang sebagian besar sudah hangus termakan oleh kebakaran hebat beberapa tahun lalu. Tanpa air maka sektor pertanian akan kolaps, penduduk tercekik dan kelaparan. (Hsg)




Loading Facebook Comments ...