Search

Menteri Susi Ajak Semua Pihak Persiapkan Ketahanan Pangan

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti didampingi Kasal Laksama Ade Supandi, saat hadiri Bintek Terpadu Dalam Rangka Pemberdayaan Bektram TNI AL Kerjasama TNI AL, Kementerian Pertanian RI dan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Tahun 2018, di Prokimal Grati, Kabupaten Pasuruan, Rabu (21/2/2018) siang. (foto:abd)
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti didampingi Kasal Laksama Ade Supandi, saat hadiri Bintek Terpadu Dalam Rangka Pemberdayaan Bektram TNI AL Kerjasama TNI AL, Kementerian Pertanian RI dan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Tahun 2018, di Prokimal Grati, Kabupaten Pasuruan, Rabu (21/2/2018) siang. (foto:abd)

Pasuruan, reportasenews.com – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengingatkan dan mengajak semua pihak untuk mempersiapkan ketahanan pangan dengan bermodalkan keterampilan yang memadai dalam menghadapi swasembada pangan. Namun demikian harus ada upaya kerja yang serius, sehingga bisa tercapai dan hanya tinggal kemauan.

“Semua yang akan dilakukan ke depannya bisa terlaksana asalkan ada kemauan,” papar Susi, saat hadiri Bintek Terpadu Dalam Rangka Pemberdayaan Bektram TNI AL Kerjasama TNI AL, Kementerian Pertanian RI, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Tahun 2018, di kawasan Prokimal, Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (21/2/2018).

Menurutnya Sumber Daya Manusia tidak kurang, karena penduduk di Indonesia saat ini mencapai 260 juta, demografi ini tiap tahun bertambah. Seiring dengan era digitalisai yang terus merangkak dan globalisasi yang tetap jalan. Banyaknya lapangan kerja konvensial yang kian menyusut, karena di Indonesia tahun ini capai 30 persen lebih yang menggunakan digitalissai dan hilangkan pekerjaan yang dilakukan manusia.

Karenanya Susi mengingatkan agar berusaha mandiri dan bisa bekerja dengan menciptakan lapangan kerja baru di era digitalisasi dan otomisasi ini. Karenanya pemerintah harus bisa bergerak cepat atasi masalah itu.”Sekarang ada robot yang bisa gantikan kerjaan manusia di negara maju robot ini diberi nama, Sofia. Bahkan sekarang ini justru tambah banyak Sofia, gantikan kerjaan manusia,” terang Susi, di hadapan undang yang hadir.

Bahkan, kata Susi saat ini Insinyur di luar negeri banyak yang kumpul bisa ciptakan robot canggih ini bukan cerita bohong.”Kita bisa diprogram oleh robot. Karena itu butuh kemandirian dan keterampilan dalam ketahanan pangan dan tak harus impor. Soal kedaulatan laut bisa teratasi. Hal ini dilakukan KKP Polairud dan Kejaksaan yang telah menunjukkan eksistensinya,” ujar Susi.

Kedaulatan laut hampir 100 persen. Namun masih ada beberapa sisanya yang belum dapat dikontrol. Namun lanjut Susi, masalah itu bisa ditangani asalkan ada kemauan yang keras. Sehingga kejayaan Indonesia dimata dunia. Juga masih ada Pekerjaan Rumah (PR) untuk persiapkan anak bangsa dengan perbaiki kurikulum khususnya di sekolah pertanian dan KKP.

Susi juga ingatkan terkait pertanian khususnya ketahanan pangan jangan sampai harus impor.”Ayo kita kembangkan semua SDM harus kerja dan sama-sama membangun ketahanan pangan. Bisa terwujud asalkan harus buka logistik di wilayah timur seperti di luar pulau. Namun masih ada kendala ego sektoral. Tentunya, semua harus ada kordinasi yakni dengan tanam jagung yang bisa ekspor dan tidak usah ekspor,” ujarnya.

Untuk mewujudkannya, tidak usah kirimkan logistik seperti ayam dan ikan, tidak usah keluarkan biaya besar. Cukup melalui Darwin, Australia, karena dekat dan biaya murah.”Kalu lewat Jakarta harus keluarkan biaya banyak. Apalagi kirimnya harus keliling dulu ke beberapa daerah. Dengan dibangunnya ketahanan pangan di luar pulau, kalau ada perang gak usah repot,” pungkas Susi. (abd)

 




Loading Facebook Comments ...