Search

Menuju ‘New Normal’, Ponpes di Gresik Harus Gelar Rapid Test dan Menyiapkan Ruang Isolasi Bagi Para Santri

Wabup Qosim saat memimpin rapat terbatas menuju New Normal Di lingkungan pesantren. (foto:dik) 
Wabup Qosim saat memimpin rapat terbatas menuju New Normal Di lingkungan pesantren. (foto:dik) 

Gresik, reportasenews.com – Selain harus menggelar rapid test untuk seluruh santrinya, pihak pondok pesantren (Ponpes) di Kabupaten Gresik juga harus menyiapkan ruang isolasi bagi para santri.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Gresik H Moh Qosim saat memimpin rapat terbatas bersama stakeholder membahas kesiapan di bidang pendidikan di lingkungan pondok pesantren dalam menghadapi fase new normal.

Pemerintah Kabupaten Gresik memang tengah menyiapkan formulasi pelaksanaan tatanan fase “new normal”. Kali ini Pemkab Gresik fokus pada persiapan penerapan new normal dalam kegiatan pesantren dan juga revitalisasi rumah ibadah dalam menghadapi tatanan kehidupan baru atau new normal.

Wabup mengatakan, penerapan tatanan new normal harus disikapi secara serius. Terlebih berkaitan dengan teknis pelaksanaan protokol kesehatan di setiap sektor. Salah satunya protokol santri kembali ke pondok pesantren.

“Tatanan new normal adalah upaya pemerintah dalam memutus rantai penyebaran virus covid-19. Untuk itu, kita pemerintah yang ada di daerah harus bersinergi, agar penerapan fase new normal ini dapat terlaksana dengan optimal,” jelasnya, Jumat (29/5).

Seiring hal tersebut, terdapat sejumlah kebijakan yang di keluarkan oleh Kementerian Agama berkaitan dengan langkah-langkah menghadapi new normal.

“Dalam kebijakan tersebut disampaikan sejumlah hal yang harus diterapkan pada saat santri kembali ke pondok pesantren. Saat akan kembali ke pondok, santri harus dipastikan dalam kondisi sehat dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari puskesmas,” terang Qosim.

Selanjutnya pondok pesantren juga harus menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat. Para santri harus menjalani rapid test ketika sesampainya di pondok pesantren. Selain itu, pihak pondok pesantren juga harus menyiapkan ruang isolasi bagi para santri.

Sementara itu, pemerintah melalui dinas terkait akan memfasilitasi tes kesehatan hingga sarana prasarana kesehatan di pondok pesantren guna menunjang kebutuhan pada masa pelaksanaan new normal.

“Pemerintah juga akan memfasilitasi transportasi kembalinya para santri ke pondok pesantren,” imbuhnya.

Berkaitan dengan revitalisasi fungsi rumah ibadah ditengah situasi seperti saat ini, Wabup Qosim mengatakan bahwa semua umat beragama sudah merindukan kembali beribadah di rumah ibadahnya masing-masing. Untuk itu, diperlukan aturan yang baik agar semua berjalan lancar.

Qosim menandaskan, Kemenag juga sedang menyusun aturan soal revitalisasi fungsi rumah ibadah di new normal karena pandemi virus corona (Covid-19) belum berakhir. Untuk revitalisasi rumah ibadah ditengah pandemic Corona, Wabup Qosim menyebut diperlukan koordinasi yang baik di tingkat bawah. Perlu adanya kerja sama antara seluruh unsur yang terlibat.

“Ini membutuhkan koordinasi yang baik di tingkat bawah antara unsur-unsur kecamatan, TNI-Polri dan unsur Kemenag, sehingga semuanya berjalan dengan baik. Kami juga berharap kerja sama masyarakat untuk ikut mendukung dengan menerapkan aturan protokol kesehatan Covid-19. Mari bersama-sama memutus rantai pandemi ini dan semoga wabah corona segera berakhir,” pungkas Wabup. (dik)




Loading Facebook Comments ...