Search

Menutup Akhir Tahun 2018, Masih Ada Sejumlah Kasus yang Belum Diungkap oleh Polresta Depok

Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto (foto:ltf)
Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto (foto:ltf)
Depok,reportsenews.com  – Dalam pemaparan kaleidoskop 2018 Polresta Depok tampaknya hanya mengungkapkan keberhasilan dibandingkan sejumlah kasus yang belum berhasil diungkap.
Usai jumpa pers kaleidoskop di Aula Atmani Adhi Wedhana, Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto tak mengungkap berapa banyak kasus yang belum dapat diselesaikan.
Didik berjanji akan memberikan data tersebut kepada wartawan, serta menyebut pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian sepeda motor marak terjadi. “Nanti, nanti datanya ada ya, disampaikan. Yang jelas perkara yang menonjol itu curas, curat, curanmor. Ini kejahatan yang paling banyak terjadi,” kata Didik di Mapolresta Depok, Sabtu (29/12/2018).
Ketika kembali disinggung mengenai kasus apa saja yang paling banyak belum terungkap, Didik menuturkan curat merupakan perkara yang paling banyak berhasil diungkap pihaknya. Namun dirinya kembali enggan membuka berapa jumlah pastinya atau perkiraan kasus kejahatan yang kerap melibatkan lebih dari seorang itu. “Yang paling banyak diselesaikan adalah kasus curat,” ujarnya.
Mengenai kendala dalam hal pengungkapan kasus, sambung dia, penyidik membutuhkan dua alat bukti sebelum menetapkan seorang menjadi tersangka. Tetapi Didik lagi-lagi tak merinci apa alat bukti yang sulit diperoleh penyidik terkait penanganan suatu kasus. “Intinya kita dalam mengungkap berdasarkan bukti. Semakin cepat kita mengumpulkan bukti, maka akan semakin cepat kita mengungkap kasus yang ditangani,” tuturnya.
Kasubag Humas Polresta Depok AKP Firdaus mengatakan untuk mendapatkan berapa jumlah kasus yang belum diselesaikan bisa menanyakan Kaur Pembinaan Operasional Satreskrim Polresta Depok Iptu Burhan.
Akan tetapi sejak Sabtu (29/12/2018) Siang, Iptu Burhan belum memberikan jumlah kasus yang belum terselesaikan.
Diketahui, sedikitnya ada tiga kasus kejahatan belum berhasil diungkap Polresta Depok. Diantaranya, kasus kekerasan seksual disertai ancaman pembunuhan yang terjadi di sekitar Jalan Jengkol Kelurahan Tugu, Kecamatan Tugu, Kota Depok pada Juli dan diduga kembali beraksi pada September 2018. Kedua pelemparan konblok di Jalan Ir. H. Juanda Depok pada malam Idul Fitri yang melukai wajah Raffa Ismail Fahrezi (9) hingga menjalani operasi bedah plastik.

Serta kasus pemerasan disertai kekerasan yang menimpa seorang kakek bernama Poltak HL Tobing di Jalan Kemakmuran, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. (jan/ltf)




Loading Facebook Comments ...