Search

Menyusuri Rute Mudik Warga Trondheim Norway ke Polandia

Tumpuan salju putih yang menyirami hutan pinus di sepanjang jalan, dan kabut tipis yang enggan turun ke bumi membuat keajaiban alam ini patut disyukuri di Elverum, Norway. (foto-foto: Hendrata Yudha)
Tumpuan salju putih yang menyirami hutan pinus di sepanjang jalan, dan kabut tipis yang enggan turun ke bumi membuat keajaiban alam ini patut disyukuri di Elverum, Norway. (foto-foto: Hendrata Yudha)

Malmo (Swedia), reportasenews.com-Melakukan perjalanan backpaker, memang mengasyikan. Pertama kita tak perlu repot urusan jadwal berangkat, bisa dilakukan sesuka hati. Kedua, ruter perjalanan bisa dipilih sesuai kebutuhan kantung. Selama empat hari pertama berada di Trondheim, Norwegia saya menghabiskan waktu mengenal kota yang dulu adalah pos perdagangan  dan pernah berfungsi sebagai ibu kota Norwegia selama Zaman Viking sampai 1217.

Selebihnya, saya menikmati kesejukan udaranya antara dingin-dingin empuk khas Lembang, Bandung pada siang hari hingga dingin mengigit tulang di Tembagapura, Timika di waktu pagi hari. Suasana kota yang tenang dan nyaman, cukup menginspirasi menyelesaikan buku yang tertunda.

“Ya beginilah suasana di Trondheim, nyaman untuk menikmati hidup gak grasak-grusuk di pagi hari berangkat kerja. Semua lokasi bisa ditempuh dalam hitungan menit, “ beber Bagawanti Esti Suyoto, warga negara Indonesia yang sudah bermukim lebih dari 28 tahun. Ketiga anak Bugi, begitu ia biasa disapa, dilahirkan di kota kecil ini dan semuanya bersekolah dengan gratis.

Kesempatan sekolah gratis ini pula yang membuat saya semangat mendaftar ke Universitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Norwegia (NTNU).  Website perguruan tinggi terkenal ini menyediakan informasi yang lengkap mulai dari fakultas yang diminati jurusan hingga pengajarnya mudah dihubungi. Karena saya mendaftarkan untuk kelas lanjutan doktoral atau Phd, disarankan bertemu langsung profesornya. Sayangnya, ketika saya mendatangi Wakil Dekan Fakultas Humaniora Prof. Sara Brinch di Kampus NTNU Dragvoll, yang bersangkutan sedang liburan.

“Beliau bisa dikontak kok via email dan nanti dihubungi secepatnya,” ujar seorang petugas administrasi di NTNU.

Rute Mudik

Berada di lingkaran Kutub Utara menjadikan matahari enggan terus menerus sinarnya ke Trondheim. Jam 9 pagi masih gelap, walau demikian aktivitas sehari-hari sudah berdenyut.

Pagi itu saya mengikuti kendaraan Dariusz Stanislaw (46), ahli bangunan asal Polandia yang hendak pulang kampung mengunjungi orang tuanya di Polandia. Ini traveling yang lumayan jauh, sekitar 2000 km, melintasi empat negara mulai dari Norway-Swedia-Jerman-Polandia atau sekitar Jakarta-Banyuwangi pp.

Hari ini kami melanjutkan perjalanan ke arah selatan, menuju Malmo Swedia yang berjarak kurang lebih 1000 Km. Rencananya mengikuti rute mudik sebagian pekerja yang berasal dari negara-negara Eropah Timur seperti Rumania dan Polandia, yang banyak mencari nafkah di Norwegia.  Rute mudik ini konon menantang, karena melewati pegunungan dan dataran tinggi Magnilldalen-Busjodalen.

Harga BBM tidak sama setiap SPBU, harus pintar-pintar cari harga yang murah.

Harga BBM tidak sama setiap SPBU, harus pintar-pintar cari harga yang murah.

Kita boleh iri dengan infrastruktur Norway yang kelas jempolan. Walau jalan raya antar provinsinya tidak terlalu lebar, malah lebih lebar Jalan Pantura di Jawa, namun kualitas jalannya sangat bagus. Selama perjalanan tidak ada jalan bolong yang menyebabkan kendaraan terguncang, bahkan tanda lalu lintas tanjakan pun bukan berarti mirip tanjakan Nagrek yang curam dan membuat truk barang termehek-mehek.

Kendaraan kami berjalan di belakang truk barang, namun kecepatan relatif stabil di atas 90 km per jam. Jalanannya begitu sepi dan jarang kendaraan, bahkan dalam satu perjalanan kami berjalan sendirian bisa mengebut hingga di atas 100 km. Akan tetapi nanti dulu, di sini aturan lalu lintas sangat ketat. Batasan kecepatan ditaati dengan kesungguhan, melewati batas itu ada kamera yang memantau pelanggaran yang bisa diancam denda tinggi hingga masuk bui.

Kendaraan bisa dipacu dengan kencang pada jalur tertentu karena penglihatan pengendara luas, lapang bisa melihat hingga 3 km ke depan juga tidak khawatir tiba-tiba ada sepeda motor atau angkot melintas seperti di Pantura.

Pemandangan daerah selatan Norwegia memang ajib. Memanjakan mata siapapun yang melintas, sebab dataran tinggi Elverum mulai hujan salju. Tumpuan salju putih yang menyirami hutan pinus di sepanjang jalan, dan kabut tipis yang enggan turun ke bumi membuat keajaiban alam ini patut disyukuri.

Di hutan-hutan itu pula, rusa kutub yang bisa disebut Elk (Cervus canadensis) masih berkelana dengan bebas. Patung Elk raksasa dari metal menandakan wilayah jelajahnya di Elverum.

Di hutan-hutan itu pula, rusa kutub yang bisa disebut Elk (Cervus canadensis) masih berkelana dengan bebas. Patung Elk raksasa dari metal menandakan wilayah jelajahnya di Elverum.

Di hutan-hutan itu pula, rusa kutub yang bisa disebut Elk (Cervus canadensis) masih berkelana dengan bebas. Beberapa tanda lalu lintas menggambarkan lintasan rusa bertanduk besar dan mudah marah itu. Pengendara dihimbau berhati-hati, sebab jalan raya melintasi jalur tradisional migrasi dari daerah pegunungan.

Sekalipun ini bukan jalan tol, pemerintah setempat tidak melupakan lokasi rest area yang bagus. Rencana kami makan siang  di meja-meja yang di lokasi itu terpaksa kami batalkan, karena suhu udara yang mencapai di bawah nol derajat membuat badan menggigil.

Jalur Perbatasan

Dariusz memacu kendaraanya dengan tenang, ia menunjukkan garis perbatasan Norway dan Swedia. Hanya ada papan kecil dan pos bea cukai, tidak ada pemeriksaan barang dan passport. Bagian dari kesepakatan Schengen membuat lalu lintas orang dan barang melintasi negara-negara in menjadi lebih mudah.

Di kota perbatasan Charlottenburg, Swedia, terlihat banyak mobil plat Norwegia terparkir di pusat perbelanjaan yang ramai.

“Mereka itu lagi belanja, di Swedia harga barang-barang lebih murah sekitar 40 persen. Yang biasanya diborong itu alkohol dan tembakau,” ujar Bugi, sambil menunjuk pusat-pusat perbelanjaaan yang ramai di sepanjang jalan perbatasan dari Eda Glasbuk-Charlottenberg, Swedia.

Perbatasan Norway-Swedia, Bagian dari kesepakatan Schengen membuat lalu lintas orang dan barang melintasi negara-negara in menjadi lebih mudah.

Perbatasan Norway-Swedia, Bagian dari kesepakatan Schengen membuat lalu lintas orang dan barang melintasi negara-negara in menjadi lebih mudah.

Kami melintasi kota-kota kecil dari Arvika,  Arjang hingga Bengtsfors. Ini benar-benar kota yang kecil, penduduknya paling banyak 3000 orang, tak lebih banyak dari satu RW di Depok. Namun di kota Bengtsfors ini ada pabrik onderdil mobil yang bersih dan rapih, di sampingnya terdapat peternakan luas dengan sapi-sapi yang merumput bebas.

Hingga menjelang sore hari, atau lebih dari 12 jam berkendara hingga ke Malmo, Swedia menanti kapal ferry yang akan mengantarkan ke Stralsund, Jerman, menginjak daratan utama Eropah. (Hendrata Yudha, Malmo)




Loading Facebook Comments ...