Search

Merasa Sakit Hati, Anak Bunuh Ibu Kandung Sendiri

Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro saat menginterogasi pelaku pembunuh ibu kandungnya sendiri. (Foto/didik hendri)
Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro saat menginterogasi pelaku pembunuh ibu kandungnya sendiri. (Foto/didik hendri)

Gresik, reportasenews.com – Usai membunuh ibu kandungnya, Rozikin (28) warga Desa Madumulyorejo Kecamatan Dukun, Gresik, Jawa Timur mengaku tidak ada penyesalan sedikit pun. Bahkan, pemuda yang tidak tamat SMP ini menganggap perbuatannya adalah hal biasa, karena semua orang pasti akan mati.

Pengakuan tanpa penyesalan ini keluar dari mulut pelaku saat diinterogasi langsung oleh Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro di Mapolsek Dukun. Saat ditanya mengapa tega membunuh ibu kandungnya sendiri, lagi-lagi dengan ekspresi tanpa penyesalan, pelaku mengatakan karena sudah tidak kuat memendam sakit hati lantaran sering dimarahi ibunya.

Tak pelak, peristiwa sadis ini benar-benar menggemparkan masyarakat kota santri Gresik. Betapa tidak, korban yang diketahui bernama Ranis (65) dihabisi oleh anaknya sendiri dengan cara digorok lehernya dengan sebilah sabit. Ibu tiga anak itupun akhirnya tewas bersimbah darah di ruang tamu rumahnya, Minggu (10/03/2019).

Usai membunuh ibunya, pelaku sempat bersembunyi di rumah keluarganya yang terletak di samping rumah korban. Tak lama kemudian, salah seorang anggota Polsek Dukun yang tinggal di desa setempat bergegas datang dan mengamankan pelaku.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro mengatakan, pihaknya telah mengamankan pelaku setelah dilapori oleh istri kepala desa setempat.

“Kejadiannya sekitar pukul 10.00 WIB.  Pelaku berhasil diamankan oleh anggota Babinkamtibmas kami,” ujar Wahyu Sri Bintoro saat tiba di lokasi kejadian.

Wahyu menjelaskan, dari hasil olah TKP ditemukan adanya luka mengangah pada leher korban, yang diindikasi bekas bacokan sabit.

“Jasad korban akan kita bawa ke rumah sakit umum untuk dilakukan visum,” ungkap Mantan Kapolres Bojonegoro ini.

Di hadapan petugas dan wartawan, pelaku mengaku tidak merasa menyesal sedikit pun usai membunuh ibunya. Dengan suara lantang, dia pun menyebut semua orang pasti akan mati tak terkecuali ibunya sendiri.

“Lebih baik saya membunuh ibu saya sendiri dari pada membunuh tetangga saya. Salah dia sendiri kenapa pagi-pagi saya dimarahi. Kuping saya panas, hati saya gosong (memendam amarah) dan akhirnya saya gorok lehernya saja,” ucap Rozikin dengan mata melotot.

Anehnya, meski usai membunuh, pelaku sama sekali tidak takut saat diinterogasi langsung oleh Kapolres Gresik. Pelaku malah pamer kalau dirinya punya ilmu kebal dan perewangan (makhluk ghoib). “Karena saya sering dimarahi ibu saya, perewangan yang ada dalam tubuh saya tidak terima dan akhirnya membunuh ibu saya,” ungkapnya tanpa beban.

Sementara Kades setempat Matrozim mengaku, perilaku warganya ini memang agak aneh. Selain jarang bergaul, tingkahnya juga sulit ditebak. Lebih-lebih setelah bapaknya meninggal, pelaku memang terlihat depresi.

“Warga menganggap biasa yang penting tidak mengamuk. Tapi, ndak tahunya koq tiba-tiba nekat membunuh ibu kandungnya sendiri,” beber Kades. (dik)

 




Loading Facebook Comments ...