Search

Meski Sekolah Dibakar, 11 Anak Banti Bisa Selesaikan Ujian Nasional 

Raut wajah senang dari 11 anak Banti yang berhasil mengikuti ujian nasional dengan aman dan lancar. ( foto : riy )
Raut wajah senang dari 11 anak Banti yang berhasil mengikuti ujian nasional dengan aman dan lancar. ( foto : riy )

Jayapura, reportasenews.com – Meski sekolahnya sudah dibakar oleh kkb, namun semangat pantang menyerah dan kegigihan 11 anak asal Kampung Banti, Tembagapura, Mimika , Papua tak surut dimana mereka akhirnya dapat menyelesaikan proses ujian nasional dengan tepat waktu.

Kepolisian Daerah Papualah yang mempunyai andil besar dalam mengawal serta memberikan rasa aman sehingga ke sebelas anak ini dapat mengikuti semua mata pelajaran dalam ujian dengan lancar.

Empat anak SD, serta tujuh anak SMP kampung Banti terpaksa harus mengikuti ujian nasional yang biasanya mereka laksanakan di Kampung Banti, kali ini mereka harus laksanakan itu di Tembagapura, dimana mereka sangat semangat karena mendapat motivasinyang tinggi oleh guru serta aparat kepolisian yang selalu menjaga mereka.

Kepala Sekolah SD Kampung Wa”a Banti, Markus Lepang mengaku bahwa selain 11 anak ini, anak yang lain juga melakukan ujian yang bersamaan hanya saja mereka lakukan itu di kota mimika karena mereka ditampungg di dalam asrama.

“Terkait dengan proses ujian nasional yang dilaksanakan di SMP YPJ Tembagapura mengatakan bahwa, selain 4 Siswa SD Inpres Wa’a Banti yang melaksanakan ujian sekolah di SMP YPJ Tembagapura, ada juga 27 siswa SD Inpres Wa’a Banti yang mengikuti ujian Nasional di SD Taruna Papua Kota Mimika serta mereka diasramakan juga didampingi oleh guru-guru SD Inpres Wa’a Banti”. Tukasnya kepada wartawan.

Lebih lanjut Markus Lepang, menambahkan bahwa jumlah siswa di SD Inpres Wa’a Banti sebanyak 38 siswa, namun kini yang telah mengikuti ujian nasional berjumlah 31 orang yang terdiri dari 4 siswa mengikuti ujian di Tembagapura dan 27 siswa mengikuti ujian di kota Mimika sedangkan 7 siswa lainya yang belum mengikuti ujian, para guru-guru sudah mendatangi mereka dan mereka akan diikutkan dalam ujian susulan pada tanggal 12 sampai dengan 14 mei mendatang”. Imbuhnya.

Kepala Sekolah juga menepis bahwa adanya isu yang berkembang diluar yang menyatakan anak-anak sekolah diterlantarkan, isu tersebut tidak benar buktinya kami telah berupaya dan selalu bersama mereka hingga saat ini mereka semua bisa mengikuti ujian nasional dengan baik. Sehingga ia berharap agar para orang tua siswa ini dapat selalu membimbing dan menasehati anak-anaknya agar tetap bersekolah dan jangan terpengaruh dengan lingkungan disekitar tempat tinggal yang dapat membahayakan masa depan anak kearah yang lebih baik karena sudah ada aparat kepolisian yang tanpa mengenal lelah dan letih dengan melakukan kerja 24 jam penuh agar masyarakat di kampung banti dapat beraktifitas dengan normal.

Sementara itu Aipda Fitra R. mewakili Kapolsek Tembagapura menyampaikan bahwa, anak -anak ini keinginan sekolahnya sangat tinggi akan tetapi mereka masih mudah terpengaruh dengan lingkungan kehidupan sehari hari, untuk itu kepada orang tua agar harus mendukung mereka dengan cara selalu awasi mereka baik dalam pergaulan serta dalam keluarga sehingga pengaruh dari luar tidak dapat menjadikan anak anak ini terpengaruh.

“saya titipkan mereka kepada orang tua dan masyarakat agar mengawasi dan selalu memberikan motivasi nasehat positif kepada anak anak ini agar mereka terus belajar sehingga tidak dapat di pengaruhi siapapun yang ingin memanfaatkan mereka sebagai anak muda yang potensial melakukan tindak kriminal melainkan mereka berbuat untuk bangsa dan negara dan dapat pendidikan yang layak kedepannya”. Tuturnya.

Demianus Alom, yang merupakan Siswa SMP Wa’ Banti menyampaikan bangak trimakasih kepada aparat keamanan dalam hal polri yang secara terus menerus membuat warga kampung banti menjadi aman dan hidup normal ini semua karena polri dan tni yang bersatu padu memberikan seluruh tenaga dan pikirannya meski medan yang berat.

“ucapan terimakasih saya kepada pemerintah dalam hal ini POLRI, guru-guru dan juga PT. Freeprot Indonesia yang telah berusaha dengan sekuat tenaga sehingga kami telah melaksanakan ujian nasional dengan baik dan tentunya ini merupakan perhatian khusus pemerintah terhadap kami anak-anak papua”. Katanya sambil mencucurkan air mata senang karena bisa melewatu proses ujian dengan lancar tanpa perlu ke Kota Mimika.

Demianus berpesan kepada KKB yang membakar sekolah nya agar dapat sadar dan kembali bersama membangun desanya karena mereka adalh bagian dari saudara.

“Buat om-om yang sudah membakar sekolah kami, kami hanya bisa berdoa semoga om-om diberi kesadaran oleh Tuhan dan ini merupakan suatu kejahatan yang om-om telah lakukan kepada kami”. Tutupnya.

Ujian nasional ini berlangsung selama tiga hari sejak senin hingga rabu ini dengan lancar. ( riy )




Loading Facebook Comments ...