Search

Militer Israel Pakai Peluru Ilegal “Butterfly Bullet” Untuk Membuat Cacat Sasaran Tembak

1085fda4

Palestina, reportasenews.com – Pasukan militer penjajah Israel dituding sengaja memakai jenis peluru yang dikategorikan ilegal dipakai yang dikenal dengan nama “butterfly bullet”.

Peluru ini kepalanya terbelah, sehingga jika dia melesat kencang dan menumbuk sasaran maka kepalanya yang terbelah itu akan pecah berkeping menjadi belasan serpihan sehingga dipastikan sasaran target mereka akan rusak alias mengalami cacat permanen.

Peluru standar berkepala utuh biasanya tidak membuat luka sampai cacat ditarget sasaran, dan lubang bekas tembakan tidak hancur berantakan.

DfLNrIgW0AAznP3

Laporan kecurigaan ini datang dari petugas medis di Gaza yang melaporkan pasukan Israel menggunakan “peluru kupu-kupu” yang sengaja untuk membuat cacat fisik permanen ditarget sasaran mereka.

Petugas medis di Jalur Gaza yang diduduki telah melaporkan penggunaan pasukan Israel memakai jenis “peluru kupu-kupu” yang mempunyai efek merusak, menurut laporan oleh Al Jazeera.

Dua puluh empat warga Palestina korban peluru ilegal ini “anggota badan mereka diamputasi sejak aksi protes massal Maret Agung yang dimulai pada 30 Maret”, menurut Al Jazeera.

Petugas medis di lapangan mengatakan pasukan Israel menembaki para demonstran dengan jenis peluru baru yang tidak pernah terlihat sebelumnya, yang dikenal sebagai ‘peluru kupu-kupu’, yang hancur berkeping saat terjadi tumbukan ditarget sasaran, menghancurkan jaringan, arteri dan tulang, dan menyebabkan luka dalam yang parah, kata laporan itu.

Sudah jatuh kobran 24 orang yang diamputasi ditembak oleh penembak jitu Israel dengan “peluru peledak tunggal”, termasuk wartawan Yaser Murtaja dan Ahmad Abu Hussein, keduanya “ditembak di perut”.

“Semua organ internal mereka hancur total, hancur lebur,” kata Ashraf Al-Qidra, juru bicara kementerian kesehatan Gaza. Peluru itu adalah senjata paling mematikan yang pernah digunakan tentara Israel, tambahnya.

“Biasanya, peluru jenis biasa mematahkan kaki [setelah benturan]. Tapi peluru-peluru ini menciptakan luka besar, menunjukkan bahwa ledakan terjadi di dalam tubuh. Itu adalah peluru yang meluas. Ini menghancurkan kaki, dan kaki harus dipotong, ”kata Al-Qidra kepada Al Jazeera. (Hsg)




Loading Facebook Comments ...