Search

Minta Bupati Diganti, Warga Pegunungan Bintang Palang  Kantor KPU dan Panwaslu

Suasana warga dari 277 kampung yang datang ke Kantor KPU dan Panwaslu Kab Pegunungan Bintang Sabtu SIang tadi. ( foto : riy )
Suasana warga dari 277 kampung yang datang ke Kantor KPU dan Panwaslu Kab Pegunungan Bintang Sabtu SIang tadi. ( foto : riy )

Jayapura, reportasenews.com – Masyarakat tak hanya menduduki Bandara Oksibil namun perjuangan masyarakat terus dilakukan dimana masyarakat dari 277 kampung di Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang Papua, menduduki Kantor KPU dan Panwas Kabupaten Pegunungan Bintang dengan melakukan pemalangan.

Massa membawa sejumlah potongan kayu ke kantor KPU dan Panwas dengan tujuan memalang kantor yang sehari hari dipakai untuk melakukan aktivitas pilkada ini.

Salah satu koordinator massa, Malfinus Keduman mengatakan, aksi pemalangan terhadap kantor KPU dan Panwas dilakukan karena aspirasi masyarakat Pegunungan Bintang belum ditanggapi Gubernur maupun Presiden yakni segera mencopot Bupati Costant Obtemka karena rakyat tidak menginginkannya lagi menjabat.

“Kami melakukan pemalangan ini karena ini merupakan bagian dari tuntutan kami bahwa kami akan memboikot Pemilu karena sampai sekarang belum ada tanggapan dari pusat terkait tuntutan untuk mendatangkan Presiden Jokowi,” ujarnya.

Sementara itu ditempat terpisah, Angli Kaladana Selaku Sekretaris Tim Perjuangan Aspirasi Masyarakat Pegunungan Bintang Mengaku bahwa yang terjadi adalah benar benar kekecewaan masyarakat yang sudah terlalu lama menderita dengan keadaan yang tak menetu karena kebijakan bupati yang tidak membangun kesejatraan masyarakat.

” Masyarakat dengan sendirinya datang dan menyampaikan asiprasi mereka itu muncul dari berbagai wilayah di seluruh kabupaten pegunungan bintang, mereka hanya tuntut bupati turun dan presiden datang selain itu mereka tidak akan mau berdialog dan mereka akan terus melakukan aksi pelumpuhan di oksibil”. tegasnya kepada reportasenews.com.

Pemuda asal Pegunungan Bintang Ini menambahkan kalau sampe batas waktu yang ditentukan masyarakat tidak adanya perhatian dari presiden dan mendagri di jakarta maka dirinya tidak tau lagi apa yang akan dilakukan oleh masyarakat pegunungan bintang.

Kapolres Pegunungan Bintang  AKBP Michael Mumbunan kemudian mencoba menenangkan massa dan meminta massa tidak melakukan pemalangan terhadap kantor KPU dan Panwas karena hal tersebut tidak ada kaitannya dengan aspirasi massa, namun massa terus memaksa untuk melakukan pemalangan.

Massa dari ratusan kampung hingga kini masih berkonsentrasi di Oksibil menunggu tuntutan mereka yakni Bupati  Constant dicopot dari jabatannya oleh Menteri Dalam Negeri dan Presiden karena selama ini tak adanya pembangunan di oksibil dua tahun setengah bertugas sebagai kepala daerah. saat ini aktivitas sudah lumpuh total dan banyak watrga oksibil yang sudah mengungsi ke jayapura untuk mengamankan diri termasuk para ASN. ( riy )




Loading Facebook Comments ...