Search

Misbakhun: Pemda Harus Apresiasi Atas Kinerja Pegawai Bea Cukai

M.Misbakhun saat dialog denga Kepala KPPBC TMP A Pasuruan, Soegeng Harianto. (Foto : abd)
M.Misbakhun saat dialog denga Kepala KPPBC TMP A Pasuruan, Soegeng Harianto. (Foto : abd)
Pasuruan, reportasenews.com – Momentum reses DPR, dimanfaatkan anggota DPR RI untuk serap aspirasi dengan mitra kerjanya. Tak terkecuali anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun yang menggelar kunjungan kerja dan serap aspirasi dengan jajaran pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) A Pasuruan dan KPPBC TMP C Probolinggo di Pasuruan, Jatim, Senin (7/5/2018).
Misbakhun mengatakan, upaya untuk melakukan revisi kepabean masih banyak kendala politis. Untuk itu, ia mengingatkan tetap bekerja secara profesional agar upaya peningkatan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan pegawai bea cukai.”Tiap tahun Pasuruan sebagai penerima dana bagi hasil cukai terbesar di Indonesia. Sayangnya, pemerintah daerah setempat belum memberikan apresiasi yang baik buat Kantor Bea Cukai dan Pajak,” katanya.
Mantan pegawai Ditjen Pajak ini menekankan pentingnya menyampaikan kepada masyarakat dan pemerintah daerah tentang fungsi strategis Bea dan Cukai dalam pendapatan negara yang digunakan, diantaranya untuk dana desa dan DAU/DAK.
“Untuk itu perlu sosialisasi dan penyadaran publik agar ke depan pemerintah daerah lebih meningkatkan kerjasamanya dengan kantor Bea dan Cukai untuk peningkatan pengetahuan kantor bea cukai dan pencegahan pelanggaran kepabean dan cukai pada masyarakat,” kata Misbakhun.
Terkait KPPBC TMP C Probolinggo, Misbakhun menyampaikan bahwa dalam musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) Jawa Timur 2018 beberapa waktu lalu, sudah dianggarkan untuk revitalisasi pelabuhan Tanjung Tembaga yang akan dikelola oleh BUMD Jatim.
Politisi muda Golkar kelahiran Pasuruan ini pun mendukung rencana itu sebagai upaya percepatan pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Apalagi jika tol sudah terhubung dengan baik, maka hadirnya pelabuhan yang representatif menjadi kebutuhan mengingat akan diperluaskannya daerah industri di Probolinggo ke depan,” terang dia.
Ketika sesi dialog, Kepala KPPBC TMP A Pasuruan Soegeng Harianto menyampaikan bahwa Pasuruan menjadi daerah terbesar penyumbang cukai dengan 29,7%. Dari target 40 triliun bisa mencapai 42 triliun. Di lain sisi, pemenuhan sarana dan prasarana kantor yang representatif menjadi kebutuhan.
Soegeng juga menyampaikan bahwa alokasi DIPA tersendiri dalam bentuk CSR tujuannya untuk memudahkan komunikasi dengan masyarakat.”Karena selama ini di DIPA hanya ada dana sosialisasi yang jumlahnya sangat terbatas dan itupun hanya sebatas dana konsumsi,” paparnya.
Kepala KPPBC TMP C Probolinggo RM. Agus Ekawidjaja menyampaikan  terkait pengawasan, kendalanya adalah belum mempunyai kapal patroli pengawasan.Untuk itu, perlu diberikan kapal patroli dan SDM-nya.”Berdasarkan informasi banyak peredaran rokok ilegal di pelabuhan dan perairan Probolinggo,” katanya.
Kendala yang lain, lanjut Agus, adalah peran pemerintah daerah yang kurang mensupport terkait agenda sosialisasi kepada masyarakat.
Menanggapi hal itu, Misbakhun berharap peningkatan sarana dan prasarana kantor bea cukai sudah sepatutnya dipenuhi mengingat peran besar bea dan cukai dalam pendapatan negara.
“Saya akan memperjuangkan aspirasi pegawai bea cukai dalam rangka peningkatan profesionalisme dan penguatan lembaga,” imbuhnya. (abd)



Loading Facebook Comments ...