Search

Musim Penghujan, Dinkes Situbondo Imbau Warga Tak  Mandi di Sungai

Kondisi sungai di Situbondo.(foto:fat)
Situbondo,reportasenews.com – Dinas Kesehatan (Dinkes)  Kabupaten Situbondo, menghimbau kepada warga untuk tidak mandi di sungai selama musim penghujan. Sebab bakteri yang ikut aliran sungai pada musim penghujan lebih banyak daripada biasanya.
Pasalnya, pada  musim penghujan sungai sangat berpotensi menjadi tempat penyebaran penyakit. “Masyarakat yang sering mendi di sungai biasanya lebih mudah sakit perut, muntaber dan penyakit-penyakit lainnya. Karena itu harus berhenti. sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,”kata Abu Bakar Abdi, kepala Dinkes Kabupaten Situbondo, Rabu (27/11/2019).
Apalagi, kata Kadinkes, jarang ada sungai-sungai yang jernih di kota santri. Khususnya di daerah kota. “Rata-rata air sungainya kecoklat-coklatan. Tercampur dengan limbah dan sampah. Jadi sekali lagi tidak baik untuk dibuat mandi, mencuci dan aktifitas lainnya,” tuturnya.
Lebih jauh Abu Bakar menambahkan, masayrakat harusnya juga menghargai dan mendukung prestasi yang barus saja dicapai oleh Kabupaten Situbondo. Yakni terbebas dari kabupaten tertinggal.
“Salah satu bentuk dukungan yang bisa diberikan masyarakat adalah dengan tidak mandi di sungai. Sebab kebiasaan mandi di sungai adalah kebiasaan buruk yang tidak menandakan peradaban masyarakat maju dan modern. Apalagi sungai yang dibuat mandi adalah sungai yang juga digunakan untuk kencing dan buang air besar. Ini kan ironis,” tuturnya.
Sementara itu, salah seorang warga Situbondo, Mahfud mengaku mendukung penuh harapan dinas kesehatan (Dinkes) agar tidak ada warga yang mandi di sungai. Dengan catatan, ada jaminan bahwa seluruh masayarakat kota santri memiliki kamar mandi dan toilet di rumahnya masing-masing.
“Khawatir orang-orang yang melakukan aktifitas di sungai itu adalah mereka yang tidak memiliki kamar mandi. Kalau memang mandi atau mencuci di sungai dilarang, maka solusi untuk mereka apa. Coba sesekali dinas terkait mengecek keadaan masayrakat di sekitar sungai. Punya apa tidak kamar mandi atau toilet,” tuturnya.
Sayangnya, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Situbondo, Eko Prayudi mengaku sudah mengupayakan agar warga di sekitar sungai tidak mandi atau buang air kecil di sungai. Diantaranya dengan proyek jambanisasi.
“Kita setiap tahun bagi-bagi jamban ke masayarakat. Bahkan jumlahnya cukup banyak setiap tahunnya. Kalau tahun ini sekitar 500 jamban. Sementara tahun depan ada lagi,” tuturnya. (fat



Loading Facebook Comments ...