Search

NAUI Puji Wisata Selam Rekreasi Indonesia Tumbuh Pesat

NAUI Members Update 2018, dihadiri para instructor selam Indonesia. (foto-foto: Mimi Amelia)
NAUI Members Update 2018, dihadiri para instructor selam Indonesia. (foto-foto: Mimi Amelia)

Jakarta, reportasenews.com-Rekreasi menyelam di Indonesia tumbuh dengan pesat, menjadikan negara kepulauan ini menjadi perhatian penting bagi organisasi selam National Association Underwater Instructor (NAUI) yang berbasis di Amerika Serikat.

“Industri rekreasi menyelam di Indonesia tumbuh pesat, malah menjadi nomor dua setelah RRC yang menjadi perhatian agency kami. Ini pasar yang tidak bisa diabaikan,” ungkap William Tong, NAUI Training Manager Asia, dalam pertemuan NAUI Members Update di Kedai Good Friends di Jalan Limau 2, Jakarta Selatan, Jumat (9/3) malam.

Dalam pertemuan yang dihadiri sekitar 20 instructors NAUI, William Tong menjelaskan perkembangan organisasi NAUI dalam  tantangan rekreasi selam di dunia. Terpilihnya BoD NAUI yang baru dan rencana pengembangkan kapasitas dan kompetensi instructors selam.

Dalam konteks industri selam ini, NAUI melihat situasi politik stabil dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik harus dimanfaatkan oleh para instruktur selam mengembangkan pasar. Dengan penduduk 360 juta jiwa, Indonesia adalah pasar potensial yang akan terus berkembang.  Ditambah lagi, Indonesia berbentuk negara kepulauan yang pasti memiliki sentra penyelaman yang tersebar.

Dalam waktu dekat, NAUI akan menterjemahkan semua materi pelajaran selam dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, agar menjangkau pasar yang lebih luas.

“Mungkin dari sekarang sudah mulai diadakan pertemuan atau gathering dengan masyarakat yang memiliki hobi perairan, agar terbentuk komunitas penyuka kegiatan diving. Markas besar NAUI akan membantu promosi,” tutur William Tong.

William Tong, NAUI Training Manager Asia (kanan) dan Hendrata Yudha (NAUI Instructor).

William Tong, NAUI Training Manager Asia (kanan) dan Hendrata Yudha (NAUI Instructor).

Trend positif pertumbuhan wisata rekreasi selam, terjadi di Manado, Sulawesi Utara. Tong memuji MM Travel DC Manado yang selama tahun 2017 telah mensertifikasi penyelam sebanyak 2000 orang, terutama wisatawan dari RRC.

“MM Travel Manado adalah contoh bagus bagaimana pertumbuhan ekonomi kawasan, dimanfaatkan dengan baik oleh pelaku industri wisata selam di sana. MM Travel is the best lah last year,” jelasnya.

Instruktur NAUI Sinyo dari MM Travel mengakui, sejak dibukanya penerbangan langsung dari RRC ke Manado banyak berkah yang dinikmati warga Manado dalam wisata bahari.

“Kami mendapat berkah dari banyak wisatawan dari RRC yang ingin belajar menyelam dengan aman dan menyenangkan. Taman Laut Bunaken menjadi andalan, dan para wisatawan itu tidak terlalu pelit-pelit amat membelajakan uang di Manado,” kata Sinyo.

Para instructor mendengarkan penjelasan William Tong, NAUI Training Manager Asia.

Para instructor mendengarkan penjelasan William Tong, NAUI Training Manager Asia.

Gathering Selam

Sebagai pelopor rekreasi selam sejak 1950-an, NAUI selalu mengkampanyekan keamanan dan kenyamanan kegiatan menyelam.

Representatif NAUI Indonesia John Sidjabat menambahkan, tantangan dalam wisata selam di Indonesia adalah memanfaatkan jaringan para instructor NAUI membentuk aliansi yang kuat dan sejajar.

“Kami sedang membangun dan memperkuat jaringan NAUI di Pulau Sulawesi, agar terjalin kerja sama yang saling menguntungkan. Malah ke depan di pusat-pusat wisata selam terkenal, juga harus dibangun jaringan sehingga saling membantu,” tuturnya.

Dalam pertemuan itu juga muncul ide, agar pusat kegiatan latihan selam NAUI akan dikonsentrasikan di Kolam Renang Sepolwan, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

“Fasilitas dan kualitas kolam renangnya cukup baik di Jakarta,” ungkap John Sidjabat.

Dalam waktu dekat, NAUI Indonesia akan membuat gathering dengan semua stake holder wisata selam. Tujuannya, mengkampanyekan kegiatan rekreasi selam ke kalangan generasi muda serta membentuk citra selam sebagai wisata yang aman dan menyenangkan. (hendrata yudha)




Loading Facebook Comments ...