Search

Ngaku Orang Dekat Kastareskrim Polres Situbondo, Warga Desa Sumberkolak Tipu Guru Rp.22 juta

Iulustrasi. (ist)
Iulustrasi. (ist)

Situbpndo,reportasenews.com – Dedy Rukmana (40), warga Dusun Pareyaan, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan,  Kabupaten Situbondo dilaporkan ke Sentra Pelayanan Terpadu (SPKT) Polres Situbondo,  dengan pelapor Mike Indah Budiarty Ridwan.

Pasalnya, Dedy Rukmana melakukan penipuan dengan  modus mengaku orang dekat  Kasatreskrim Polres Situbondo, dengan nominal yang ditipu  sebesar Rp.22 juta kepada korban   guru asal Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur,  Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Diperoleh keterangan, aksi penipuan yang dilakukan oleh terlapor Dedy Rukmana ini, berawal saat korban didatangi Abdul Wasis (35), warga Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Situbondo. Saat itu, Abdul Wasis mengaku mempunyai seorang teman yang dapat membebaskan anak korban yang ditahan di Mapolres Situbondo.

Tertarik  dengan tawaran Abdul Wasis,  pada 11 Nopember 2019 lalu, korban dipertemukan dengan orang disebut-sebut merupakan orang dekat Kasatreskrim Polres  Situbondo,  yakni Dedy Rukmana, dalam  pertemuan di warung Zaitun  di Jalan Anggrek, Situbondo, korban diminta uang sebesar Rp.22 juta. Dengan rincian, Rp.20 juta untuk biaya pengurusan anaknya yang ditahan, sedangkan Rp.2 juta untuk biaya transport terlapor Dedy dan saksi Abdul Wasis.

“Awalnya saya tidak percaya, namun karena Abdul Wasis meyakinkan terlapor bisa membebaskan putranya yang ditahan di Mapolres Situbondo,  sehingga saya menyerahkan  sejumlah  uang sesuai dengan   permintaan terlapor sebesar Rp.22 juta di warung Zaitun Situbondo,’kata korban Mike Indah Budiarty,  saat melaporkan ke Mapolres  Situbondo, Senin (16/11/2019).

Kasubag Humas Polres Situbondo Iptu Ali Nuri membenarkan laporan kasus penipuan, dengan terlapor Dedy Rukmana asal Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Situbondo. Menurutnya, berdasarkan pengakuan korban kepada petugas, dalam melakukan aksinya terlapor mengaku orang dekat Kasatreskrim Polres Situbondo, dan mengaku bisa membebaskan anak korban yang ditahan.

“Selain itu, dalam melapokan kasus penipuan yang dialaminya, korban membawa barang bukti kwitansi pembayaran sebesar Rp.22 juta. Bahkan, untuk mendalami kasus penipuan tersebut, penyidik akan memanggil sejumlah saksi untuk diminta keterangannya,”kata Iptu Ali Nuri.(fat)




Loading Facebook Comments ...