Search

Olimpiade Musim Dingin: Dua Korea Bersatu Bertanding Hoki

ScreenShot023

Korea Selatan, reportasenews.com – Ribuan penggemar hoki es Korea Selatan meneriakkan “kami bersatu” saat tim wanita Korea Utara memainkan pertandingan pra-musim dingin pertama mereka melawan Swedia.

Sekitar 3.000 penggemar es Hoki memadati Seowhak International Ice Rink di Incheon pada hari Minggu, dengan suara gemuruh menunjukkan kegembiraan mereka sepanjang pertandingan meski kalah 3-1 dari Swedia.

Korea Utara dan Korea Selatan sepakat bulan lalu untuk menggabung tim hoki es gabungan wanita dan berbaris bersama di bawah satu bendera di Pyeongchang, Korea Selatan selama Olimpiade Musim Dingin 9-25 Februari, setelah sebuah babak baru perundingan karena hubungan lintas perbatasan terus membaik.

Fans melambaikan bendera putih dan biru mini yang menggambarkan peta Semenanjung Korea yang bersatu, desain yang sama dengan seragam para pemain.

Pemain hoki Korea Utara dan Korea Selatan baru mulai berlatih bersama sekitar seminggu yang lalu sebagai tim gabungan.

Kritikus mencatat beberapa pemain Korea Selatan akan kehilangan kesempatan mereka untuk berpartisipasi dalam Olimpiade karena penambahan tim dari sisi Korea Utara, namun pelatih tim tersebut tidak terlalu khawatir dengan hal ini.

“Sebagai pelatih, sulit untuk mengatakan beberapa pemain Anda bahwa Anda bergabung cukup lama dalam posisi mereka di tim sehingga mereka tidak bisa ikut bermain, tapi keseluruhan situasi berada di luar kendali kami. Jadi, kami mencoba untuk membuat yang terbaik dari itu,” kepala pelatih Sarah Murray, mengatakan pada sebuah konferensi pers setelah pertandingan.

Pak Chol-ho, pelatih tim Korea Utara, mengatakan Korea “dapat melakukan apapun jika mereka melakukan sesuatu sebagai satu”.

Harapan tetap tinggi tim hoki wanita bersatu dapat mengurangi ketegangan dua negara Korea dalam setahun terakhir yang membawa momok perang di semenanjung ini.

Presiden AS Donald Trump telah mengancam untuk “benar-benar menghancurkan” Korea Utara jika mereka mengancam tetangganya dengan senjata nuklir dan rudal balistik antar benua (ICBM).

Pyongyang mengatakan bahwa sekarang bisa menyerang dititik mana saja di Amerika Serikat dengan ICBM terbarunya.

Namun respon didalam Korea Selatan tidak semuanya setuju dengan upaya penggabungan tim Hoki dua Korea. Ada suara sumbang yang mengecam langkah ini.

Beberapa kelompok konservatif mengadakan demonstrasi dan merobek sebuah bendera Korea Utara menjelang pertandingan hoki yang meminta pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un untuk mengundurkan diri.

“Tim yang bersatu terkontaminasi secara politis,” kata Cho Young-hwan, 58.

“Olimpiade tersebut memberi kesempatan kepada Korea Utara untuk mempublikasikan propaganda dan menciptakan konflik di dalam Korea Selatan. Dalam situasi ini, bagaimana kedua Korea dapat disatukan?” (Hsg)




Loading Facebook Comments ...