Search

Ombudsman Periksa Penyidik dan Penjaga Tahanan Polresta Depok

Yulius ditangkap anggota Satreskrim Polresta Depok di Jalan Ir. H. Juanda pada Senin (12/11/2018) setelah aksi pencurian sepeda motor di depan ruko Mutiara Jalan Tole Iskandar yang terekam CCTV. Dirinya dijerat Pasal 363 juncto Pasal 362 KUHP yang sempat dipublikasikan kepada awak media pada Selasa (13/11/2018) di ruang Satreskrim Polresta Depok. (jan/ltf)
Yulius ditangkap anggota Satreskrim Polresta Depok di Jalan Ir. H. Juanda pada Senin (12/11/2018) setelah aksi pencurian sepeda motor di depan ruko Mutiara Jalan Tole Iskandar yang terekam CCTV. Dirinya dijerat Pasal 363 juncto Pasal 362 KUHP yang sempat dipublikasikan kepada awak media pada Selasa (13/11/2018) di ruang Satreskrim Polresta Depok. (jan/ltf)
Depok,reportasenews.com  – Kasus meninggalnya tersangka pencurian kendaraan bermotor Yulius Lucas Tahapary di Mapolresta pada Rabu, 14 September 2018 lalu mulai ditelisik Ombudsman Jakarta Raya.
Kepala Ombudsman Jakarta Raya, Teguh P. Nugroho mengungkapkan pemeriksaan awal dilakukan terhadap penyidik yang menangani kasus almarhum maupun penjaga tahanan yang kala itu bertugas.
“Iya benar, kami sudah melakukan pemeriksaan kepada penyidik beserta penjaga tahanan. Kurang lebih ada lima anggota yang diperiksa, saya kurang tahu berapa pasti jumlah, ada tim yang menangani. Nanti ada pemeriksaan lagi,” kata Teguh saat dihubungi, Kamis (6/12/2018).
Teguh menjelaskan, pemeriksaan yang dilakukan oleh pihaknya pada Selasa (4/12) mulai pagi hingga sore telah mengantongi temuan perihal meninggal tersangka Yulius. Namun temuan tersebut belum dapat dipublikasikan ke masyarakat lantaran masih adanya pemeriksaan lanjutan ke sejumlah tahanan yang mendekam di sel Mapolresta Depok.
“Kami sudah menemukan beberapa hal mengenai meninggalnya yang bersangkutan. Hasilnya akan kita sampaikan setelah pemeriksaan secara keseluruhan selesai,” ujarnya.

Masih kata Teguh, sebelum dipublikasikan ke masyarakat hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh pihaknya akan dikonfrontir dengan hasil pemeriksaan Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) dan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya. Sebab, Irwasda dan Propam telah rampung memeriksa meninggalnya Yulius yang di tubuhnya terdapat sejumlah luka lebam.

“Jadi hasil pemeriksaan Ombudsman bakal dikonfrontir dengan hasil Propam Polda dan Irwasda. Kami akan lakukan pertemuan dengan pihak tersebut. Karena mereka sudah rampung. Dan hasil rekomendasi mereka telah keluar,” paparnya.
Sebelumnya, keluarga Yulius Lucas Tahapary alias Ulis (35) diminta segera melaporkan kejadian kematian yang terjadi dalam penyidikan tersangka pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di ruang penyidik Satreskrim Polresta Depok pada Rabu, 14 November 2018 ke Divisi Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) beserta Profesi dan Pengaman (Propam) Polri. Pernyataan tersebut diutarakan Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti.
Sebab kejadian tersebut menunjukkan bentuk arogansi kepolisian yang seharusnya mengayomi bukannya malah mengakibatkan hilangnya nyawa seorang. “Pihak keluarga dapat melaporkan kejadian itu kepada Irwasum dan Propam Mabes Polri selaku pengawas internal. Misalnya, dari pemeriksaan hasil visum, perintah dilakukannya autopsi dan pemeriksaan ke sejumlah polisi yang melakukan proses lidik sidik, agar dapat diketahui apakah kematian pria dua anak akibat penyiksaan atau karena hal lainnya,” kata Poengky saat dihubungi wartawan, Kamis (14/11/2018) malam. (jan/ltf)



Loading Facebook Comments ...