Search

Ombudsman Sebut Maladminitrasi  Pada Kematian Tersangka Pencuri Motor

Ketua ombudsman Jakarta Raya Teguh Nugroho. (foto:istimewa)
Depok,reportasenews.com – Ombudsman Jakarta Raya menemukan maladminitrasi dalam kematian tersangka pencuri motor Yulius Lucas Tahapary alias Ulis di Polresta Depok pada Rabu, 14 November 2018 lalu. Maladminitrasi itu tertuang dalam Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) yang sebelumnya dilakukan serangkaian pemeriksaan oleh tim Ombudsman Jakarta Raya kepada penyidik Satreskrim beserta Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sattahti) Polresta Depok.
“Kami ingin memastikan supaya kasus serupa tidak terjadi lagi di masa yang akan datang,” kata Ketua Ombudsman Jakarta Raya, Teguh P. Nugroho dalam keterangan tertulis, Kamis (13/12/2018).
Maladministrasi yang dilakukan Polresta Depok, kata Teguh, mulai dari awal proses penangkapan tersangka Yulius oleh penyidik Satreskrim. Sebab, surat perintah penangkapan dan penahanan baru diterbitkan oleh penyidik pada 16 November 2018 atau selang dua sejak kematian tersangka. “Tentu hal ini merugikan tersangka beserta haknya, karena inti dari pemberitahuan tersebut adalah untuk mengetahui keberadaan tersangka, dimana ditahan serta dapat memberikan kesempatan kepada keluarga untuk memastikan kondisi tersangka serta upaya pembelaan,” sambungnya.
Pihaknya, masih kata dia, juga menyoroti pemenuhan hak tersangka, sebab pasal yang dikenakan terhadap tersangka di atas lima tahun yang dimana penyidik wajib menunjuk penasehat hukum. “Sekarang bagaimana proses penyidika  dan hak tersangka terpenuhi jika tidak didamping pengacara,” ujarnya.
Belum lagi pengawasan yang dilakukan penjaga tahanan, karena dalam laporannya, Ombudsman menyatakan telah terjadi kekerasan terhadap Yulius oleh sesama tahanan. Tindakan tersebut merupakan salah satu bentuk maladministrasi.
Oleh karena itu, Ombudsman Jakarta Raya meminta Kapolda Metro Jaya untuk melakukan sejumlah upaya perbaikan termasuk Bid Propam Polda Metro Jaya agar memeriksa dan mendalami pelanggaran kode etik atau disiplin yang dilakukan oleh penyidik Satreskrim dan Sattahti Polresta Depok. (jan/ltf)



Loading Facebook Comments ...