Search

OPM Terus Lakukan Teror,  Satu Karyawan Terkena Tembakan 

Karyawan Freeport korban penembakan saat dirawat di rumah sakit Tembagapura setelah ditembak Kelompok Bersenjata Organisasi Papua Merdeka. (foto : riy)
Karyawan Freeport korban penembakan saat dirawat di rumah sakit Tembagapura setelah ditembak Kelompok Bersenjata Organisasi Papua Merdeka. (foto : riy)

Jayapura,reportasenews.com – Kelompok Kriminal Bersenjata kembaldi berulah engan menembak rombongan patroli Brimob dan mobil karyawan di areal tambang mile 69, distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua. Satu karyawan terkena tembakan di bagian paha dan kini dievakuasi ke Rumah Sakit Tembagapura.

Kelompok bersenjata, yang hampir sepekan mengusai tiga desa dan menyandera 1300 warga ini, selasa (14/11) pagi, kembali menembak rombongan patroli brimob dan mobil karyawan di mile 69.

Anggota brimob yang sedang melakukan pengawalan terhadap karyawan dengan kendaraan patroli  dari mile 68 menuju mile 72, rombongan ditembaki oleh KKB sebanyak tiga kali saat berada di mile 62.

Anggota brimob  membalas dengan mengeluarkan tembakan, sementara kendaraan pengawalan tetap jalan, namun sekitar kurang lebih 50 meter kembali ditembaki dari arah depan hingga mengenai paha salah satu karyawan.

Mendapat serangan, anggota brimob  kembali melakukan  tembakan balasan hingga sampai di pos 69.

Tak ada korban jiwa dalam aksi baku tembak antara kelompok bersenjata dan aparat brimob namun satu karyawan bernama muhidin, terkena tembakan di bagian paha dan langsung di evakuasi ke rumah sakit tembagapura untuk mendapat perawatan.

Sementara itu Wakapolda Papua, Brigjend pol Agus Rianto Mengatakan Aparat keamanan masih mempertimbangkan  pendekatan persuasif terhadap kelompok bersenjata ini, karena melihat adanya dua kampung yang berada di lokasi penembakan.

“Kami terus melakukan pendekatan persuasif namun jika masih tidak bisa maka kami akan memikirkan strategi lain intinya tidak mengorbankan warga yang berada di dua kampung”. tegasnya.

Sudah enam hari kelompok bersenjata melakukan penahanan terhadap 1300 warga di dua kampung banti dan kampung kimberly distrik tembagapura, dimana kelompok bersenjata mengisolasi dan menyandera 1300 warga untuk tidak keluar dari  kampung ini dengan merusak jalan utama dan mengintimidasi warga.

Aparat kepolisian brimob Polda Papua dibantu TNI masih melakukan pendekatan persuasif terhadap kelompok ini guna menghindari pelanggaran ham.

Menurut data yang kami peroleh kelompok bersenjata yang telah melakukan teror sebulan terakhir ini mempunyai 200 anggota, dengan jumlah senjata api 35 pucuk, dibawah pimpinan Sabinus Waker, diketahui kelompok ini menuntut agar PT Freeport indonesia mengangkat kaki dari Timika. (riy)




Loading Facebook Comments ...