Search

Optimalkan  Dana Desa, Pemkab Situbondo Gelar Bursa Inovasi Desa

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pemkab Situbondo, menggelar Bursa Inovasi Desa (BID) Tahun 2018. (foto:fat)
Situbondo,reportasenews.com – Untuk mengoptimalkan manfaat dana desa (DD), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pemkab Situbondo, menggelar Bursa Inovasi Desa (BID) Tahun 2018, Selasa (16/10/2018).
Kegiatan yang bertujuan untuk melakukan evaluasi dan penguatan bagi program BID, agar desa mampu berinovasi dalam membangun desanya itu, dibuka langsung oleh Bupati Situbondo Dadang Wigiarto, ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Situbondo Dadang Wigiarto dan Wabup Yoyok Mulyadi.
“Diakui, BID tahun lalu diketahui  masih belum sesuai dengan harapan. Rata-rata desa masih belum berinovasi sesuai dengan ide dan komitmen inovasi,” kata Bupati, Dadang Wigiarto, Selasa (16/10/2018).
Menurutnya, karena  BID masih baru, sehingga pihaknya harus melakukan sosialisasi  agar pemerintah desa lebih memahaminya, mulai dari perencanaan, penganggaran sampai pelaksanaan.
“Ini masih terus kita kuatkan, karena kan memang masih terhitung baru, jadi perlu pemahaman, sehingga perlu dilakukan secara terus menerus,”ujar Bupati Dadang.
Sementara itu, Koordinator Bidang Peningkatan Kapasitas Konsultan Nasional Program Inovasi Desa (KN-PID), Kemendes RI, Lendy Wahyu Wibowo, mengapresiasi langkah Pemkab Situbondo, sebagai penyelenggara BID ketiga di Jawa Timur, setelah Kota Malang dan Ngawi.
“Satu indikator sudah dicapai Situbondo, tetapi masih ada tiga indikator lagi yang terpenting, yakni, direplikasi, komitmen dan pembelajaran, itu yang terpenting,”katanya.
Menurutnya, kegiatan   BID ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas terhadap sumber-sumber pengelolaan keuangan desa, supaya kegiatan di desa memberi dampak ekonomi, memberi manfaat secara sosial terhadap layanan pendidikan, kesehatan, kaum difabel dan infrastruktur.
“Setelah bursa ini, mereka akan mengambil sertifikat komitmen dan mengisinya. Mereka akan memilih program lokal yang sinergi dengan program nasional,” katanya.
Pantauan Faktualnews.co dilapangan, inovasi nasional yang ditawarkan untuk disinergikan dengan potensi lokal diantaranya, inovasi bidang sumber daya manusia, seperti, peningkatan pelayanan administrasi kependudukan berbasis digital dan revitalisasi pasar desa dengan pasar tematik.
Inovasi bidang kewirausahaan dan pengembangan ekonomi lokal, seperti, pemanfaatan dreinase sebagai tempat pembudidayaan ikan lele dan menjamin kesehatan warga dengan kartu desa sehat. Sedangkan inovasi bidang infrastruktur, seperti, destinasi wisata hutan Mangrove sebagai media penguatan ekonomi Nelayan dan konservasi Biota Laut sebagai pengembangan Desa Wisata.(fat)



Loading Facebook Comments ...