Search

Orang Tua Bripka Rahmat Efendy Tak Menyangka Anaknya Meninggal Secara Tiba tiba

Jenazah Almarhum Bripka Rahmat Efendi saat akan dibernagkatkan ke pemakaman. (foto:ltf)
Jenazah Almarhum Bripka Rahmat Efendi saat akan dibernagkatkan ke pemakaman. (foto:ltf)
Depok,reportasenews.com –  Kesedihan menyelimuti Arsyad Muhammad Zaelani (70), ayah Bripka Rahmat Efendy (41) yang tewas ditembak sesama anggota Polri di ruang SPKT Polsek Cimanggis pada Kamis (25/7/2019) malam.

Itu terlihat dari kedua mata Arsyad yang selalu berkaca-kaca saat menceritakan rasa kehilangan anak ke lima dari enam bersaudara, bersama sang istri, Onih Supartini (68). “Sebagai orang tua tentu merasa terpukul sekali. Karena dia sehat biasa, ngobrol biasa, tahu-tahu dengan tiba-tiba engga ada (meninggal) gitu. Kayaknya bagaimana gitu. Jadi bener-bener kehilangan,” kata Arsyad di rumah duka, Jumat (26/7/2019) siang.

Kendati terpukul, Arsyad telah mengikhlaskan kepergian putranya dan berharap mendapat tempat terbaik di sisi Yang Maha Kuasa. “Mudah-mudahan dengan jalannya begini kita kan engga tahu, ya. Tuhan Yang Maha Kuasa yang punya rencana, sebagai orang tua saya hanya bisa berdoa. Mudah-mudahan anak saya diterima oleh Allah Subahana Wataala,” ujarnya.

Warga Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor itu memilih menyerahkan proses hukum terhadap pelaku kepada pihak berwenang. Akan tetapi, tak dapat dipungkiri kalau dirinya memendam amarah lantaran sang putra kehilangan nyawa dengan cara tidak wajar. “Ya, untuk proses hukum kita pasrahkan sama Yang Maha Kuasa dan pihak berwenang. Karena negara kita negara hukum. Pasti sudah ada yang ngatur. Sedangkan pelaku kan juga tau hukum. Mungkin kemasukan juga kali, karena emosinya itu,” sebutnya.

Dia menuturkan, Bripka Rahmat Efendy akan dikebumikan di Jonggol agar makamnya dekat dengan keluarga besarnya. “Saya memang tinggal di Jonggol. Anak-anak yang lain di Jonggol juga. Kalau disini kan mungkin lebih jauh, jadi kalau mau ngirim-ngirim doa ke kuburan kan agak susah,” jelasnya.

Dia menerangkan, Bripka Rachmat pergi meninggalkan seorang istri atas nama Nenih Sukaesih (40), dan dua anak, yakni Grace Cenia Effendy (18) dan Tito Rachmat Effendy (13). “Dia sudah menjadi anggota Polri sejak tahun 1998,” ungkapnya.

Selain Arsyad, kesedihan juga tampak dari wajah orang-orang dekat Bripka Rachmat, termasuk istri dan anak-anaknya.(jan/ltf




Loading Facebook Comments ...