Search

Ormas Islam  dan Melayu Keluarkan Pernyataan Sikap Terkait Situasi Kalbar Pasca Pilgub

pernyataan Ormas Islam dan Melayu menyikapi keamanan dan ketertiban Kalimantan Barat pasca Pilgub. (foto:das)
pernyataan Ormas Islam dan Melayu menyikapi keamanan dan ketertiban Kalimantan Barat pasca Pilgub. (foto:das)

Pontianak, reportasenews.com – Pernyataan sikap ormas Islam dan Melayu Kalimantan Barat digelar Rabu (4/7) pukul 10.00 WIB di aula Masjid Raya Mujahidin Pontianak.

Pernyataan sikap ini dibacakan secara tekstual oleh 25 ormas Islam dan Melayu di Kalimantan Barat.Selanjutnya,  setelah sholat zhuhur atau pukul 12.00 WIB,  pernyataan sikap akan diserahkan ke Kapolda Kalimantan Barat, dan Pangdam XII Tanjungpura.

“Pernyataan sikap ini tidak muncul tiba-tiba, ada proses yang begitu panjang sehingga muncul pernyataan sikap ini. Kita sudah 3 kali pertemuan dan semangat itu adalah perdamaian, dan ukhuwah islamiah,” kata Amir Mukminin Gerakan Perdamaian Kalbar, Muhammad Sani.

Muhammad Sani menegaskan, pernyataan ini muncul untuk merespon perkembangan situasi dan kondisi dan gejolak yang terjadi saat ini pasca perhitungan suara.

“Pernyataan ini tidak berhubungan dengan suku, agama tertentu tetapi pada  kondisi keamanan Kalimantan barat yang terprovokasi  oleh oknum tertentu atau kelompok tertentu yang tidak puas dengan kenyataan pilkada gubernur Kalbar 2018,” tegasnya.

Ia mengatakan umat Islam dan bangsa Melayu sangat santun, sangat memiliki budaya, dan sangat memahami dan toleran kepada siapapun, tidak bertindak anarkis pada siapapun.

Pada 2 periode yang lalu, tidak ada satupun tindakan ormas Islam yang menganggu. Dan, Melayu tidak juga melakukan tidak ada yang anarkis.

“Selama 10 tahun tidak ada tindakan anarkis atau gangguan intimidasi seperti sekarang ini, saat hasil quick count yang diraih kemenangan oleh paslon yang  didukung ormas Islam dan  Melayu, muncul lagi reaksi yang tidak kita sangka sebelumnya,” ujarnya.

Sani menambahkan, ada  informasi dari seluruh lapisan masyarakat, dan umat Islam terancam dan teraniaya, dan aset mereka di rusak yang dilakukan oleh oknum tertentu dan kelompok tertentu yang merasa tidak puas hasil pemilihan kepala daerah.

“Kami ingin mengajak semua pihak khususnya ormas Islam dan Melayu, dan ormas lainya, marilah kita bersatu menciptakan kedamaian dan perdamaian di Kalimantan Barat. Kita hindari provokasi dan intimidasi dan menghindari hal-hal yang memancing konflik,” pintanya.

Selain itu, Sani bersama Ormas Islam dan Melayu mendesak Kapolda  Kalbar dan Pangdam XII Tanjungpura untuk  mengambil sikap tegas dan tindakan hukum serta tidak melakukan pembiaran terhadap oknum pelaku dan kelompok tertentu  yang melakukan intimidasi dan konflik di Kalimantan Barat, agar senantiasa Kalbar damai dan maju bersanding dengan provinsi lainnya.

Sementara ditempat yang sama, Ketua Dewan Dakwah Islamiyah (DDI) Kalimantan Barat, Makful Sofwan, merasakan keprihatinan sangat dalam atas ekses Pilgub Kalbar 2018.

“Kita bersyukur pelaksanaan pemungutan suara sudah berjalan baik, namun disayangkan setelah itu ada gejojak di masyarakat. Agar kejadian ini dapat kita atasi bersama, supaya tidak menimbulkan ekses yang luas. Siapapun yang hidup di bumi khatulistiwa dapat hidup tenang dan damai, bukan hanya sekarang pasca pilkada atau penetapan, tapi keinginan ini kita wujudkan sampai kapanpun. Kita harus menjadi contoh bagi anak cucu kita kedepan bahwa kita bisa menjaga kedamaian dan ketenangan di Kalbar,” imbaunya.

Dia menegaskan apalah artinya sebuah kekayaaan tanpa keamanan, atas dasar itu dan konsentrasi dari gerakan perdamaian ini adalah penciptaan kedamaian dan perdamaian.

“Ini momentum umat Islam bersatu untuk menciptakan kedamaian dan kententraman di Kalimantan Barat,” pungkasnya. (das)

 




Loading Facebook Comments ...