Search

Pakai Photoshop, Dua Polisi India Palsukan Momen Pendakian Everest

Cerita pendakian palsu ke Everest dilakukan memakai photoshop olah digital oleh pasangan Polisi India
Cerita pendakian palsu ke Everest dilakukan memakai photoshop olah digital oleh pasangan Polisi India

India, reportasenews.com – Mendaki salah satu gunung tertinggi dunia , Everest, adalah prestasi tersendiri mengingat resiko nyawa, biaya sangat besar, dan tingkat kesulitan yang besar. Wajar jika mendaki ini akan mengundang prestise tersendiri.

Dua orang polisi India rupanya mempunyai obsesi mendaki Everest. Sayangnya, mereka tidak kesana, tapi memalsukan momen pendakian ke Everest dengan tipuan Photoshop. Pasangan polisi India itu dipecat karena ulahnya menipu memakai Photoshop

Pada bulan September 2016, pasangan India ini membuat berita utama internasional setelah ditemukan bahwa foto mereka “membuktikan” bahwa mereka telah sampai di puncak Gunung Everest dengan “bukti foto pendakian”. Ternyata suami dan istri ini adalah petugas polisi di India. Belakangan terbukti bahwa momen pendakian itu tidak pernah terjadi, dan mereka baru saja dipecat setelah penyelidikan atas penipuan mereka.

Wartawan BBC melaporkan bahwa Dinesh dan Tarakeshwari Rathod dipecat oleh departemen kepolisian mereka di Maharashtra setelah para peneliti menyimpulkan bahwa Rathod telah “mengubah foto” untuk memalsukan pendakian mereka pada tanggal 23 Mei 2016.

Foto asli diatas, dan foto bawah dibuat olah digital baru

Foto asli diatas, dan foto bawah dibuat olah digital baru

Masalah terberatnya adalah Rathods mengklaim telah menjadi pasangan India pertama yang pernah mendaki Everest. Seandainya tidak ada klaim itu mungkin akan beda ujungnya.

Komisioner polisi Sahebrao Patil mengatakan kepada kantor berita PTI bahwa pasangan tersebut dipecat karena “memberi informasi yang menyesatkan” dan “membawa citra buruk ke departemen Kepolisian Maharashtra.” Tidak ada kabar apakah Rathod akan menghadapi tuntutan dari pihak berwenang India atas tindakan mereka.

Nepal sendiri juga telah menjegal Rathods dengan larangan 10 tahun mendaki gunung di negara tersebut setelah penyelidikan terpisah mereka menemukan bukti cerita pendakian itu dipalsukan (setelah pada awalnya mensahkan pendakian).

Setelah mereka mengaku “mendaki,” Rathods menerbitkan secara luas foto-foto yang diduga diambil di puncak. Tak lama kemudian, pendaki lainnya maju dan mengklaim bahwa foto itu sebenarnya milik mereka, dengan Dinesh dan Tarakeshwari ditempelkan kedalamnya.

Seorang pendaki berusia 33 tahun Satyarup Siddhanta, yang benar-benar mendaki Everest dua hari sebelum pasangan tersebut mengatakan hal itu. Siddhanta menceritakan ketidaksenangannya di sebuah posting Facebook saat dia menemukan pencurian foto tersebut.

“Saya tidak tahu apakah keluarga itu summit atau tidak,” kata Siddhanta kepada The Daily Mail. “Saya tidak ada di sana untuk melihat itu. Yang saya inginkan hanyalah foto milik saya yang seharusnya tidak disalahgunakan. Foto itu sangat berarti bagiku. ”

Pasangan itu juga membuat kesalahan dengan menunjukkan diri mereka dalam berbagai set pakaian memanjat. Pendaki Veteran Everest menunjukkan bahwa pendaki tidak pernah mengganti peralatan mereka dengan tepat sebelum naik Everest karena tahap kesulitan dan kelelahan yang akan ditimbulkannya.

Momen puncak yang sukses sebenarnya mungkin sangat menguntungkan bagi Rathod, membawa ketenaran di India untuk mendapatkan gelar “pasangan pendaki” pertama diseluruh negara, dan mendulang uang dari hal lain seperti transaksi buku dan ceramah. (Hsg)




Loading Facebook Comments ...