Search

Pariwisata Keok, Airport Ngurah Rai Ditutup Akibat Debu Vulkanik Gunung Agung

Ngurah Rai airport difoto Sabtu pagi 25/11 jam 7.00 WITA pagi/ Hsg
Ngurah Rai airport difoto Sabtu pagi 25/11 jam 7.00 WITA pagi/ Hsg

Bali, reportasenews.com – Ngurai Rai Internasional Airport hari ini Senin pagi 27/11 dinyatakan ditutup akibat situasi aktifitas letusan Gunung Agung. Hal ini disebutkan oleh Sutopo Purwo BNPB melalui twitnya.

Tingkat erupsi Gunungapi Agung sekarang meningkat dari fase freatik ke magmatik (sejak teramati sinar api di puncak di malam hari pada 25/11/2017 pukul 21.00 WITA.

Sampai hari ini erupsi fase magmatik disertai kepulan abu tebal menerus mencapai ketinggian 2.000-3.400 meter dari puncak.

PVMBG telah menaikkan status Gunung Agung dari Siaga (level 3) menjadi Awas (level 4) terhitung mulai 27/11/2017 pukul 06:00 WITA. Status Awas adalah status tertinggi dalam status gunungapi.

‘Nyawa’ pulau Bali terbesar adalah pendapatan dari industri pariwisatanya. Bencana alam seperti Gunung Agung akan membuat pukulan besar bagi wisata disana. Turis takut datang ke Bali akibat ancaman debu Gunung Agung.

Dua hari lalu, sejumlah penerbangan dibatalkan atau dialihkan mendadak karena alasan keamanan. Posisi Ngurah Rai airport bersebelahan dengan destinasi wisata terkenal sejagat yakni, Kuta lines hingga ke Double Six.

Sekalipun dibantah terus tanpa henti oleh Pemda dan ototoritas lokal bahwa Bali aman dan destinasi wisata disana sangat banyak yang jauh dari Karangasem (wilayah Gunung Agung), namun tidak dapat dihindari bahwa turis tetap takut datang kesana akibat bayangan seram ancaman letusan gunung atau terkena debu vulkanik yang memang sangat berbahaya bagi pernapasan dan mata manusia.

Ngurah Rai Internasional Airport sebagai pintu utama untuk masuk dan keluar ke Bali dapat ditutup kapanpun, tergantung perkembangan situasi. Sulit memprediksi kemungkinan ini dimasa mendatang.

ScreenShot003

Pemerintah memang sudah menyiapkan skenario lain jika nanti Ngurah Rai terpaksa ditutup mendadak dengan mengalihkan penerbangan melalui airport di Jawa Timur atau NTB Lombok, dan mengerahkan sejumlah armada bis untuk sambung antar kota. Namun, Minggu (26/11) Lombok Internasional Airport akhirnya ditutup akibat arah angin ke timur membawa debu vulkanik kewilayah NTB.

Sabtu (25/11) telah dibatalkan sejumlah penerbangan untuk masuk atau keluar Bali. Kondisi tidak pasti akibat guyuran debu vulkanik membuat penundaan dan pengalihan sejumlah pesawat, diantaranya didaftar berikut:

Penerbangan kedatangan ke bandara Ngurah Rai airport yang batal atau dialihkan (25/11) adalah VA-055 rute Phe-Dps, Sabtu, 25 November 2017 pukul 19.55 Wita; KL-835 Ama, Sin-Dps pukul 20.15 Wita; QF-043 Syd-Dps, dialihkan ke Darwin International Airport (DRW); JQ-37 Syd-Dps, dibatalkan; JQ-116 Per-Dps, 21.15 Wita dibatalkan; JQ-127 Adl-Dps, pulul 21.20 Wita dibatalkan; JQ-35 Mel-Dps pukul 21.45 dibatalkan; dan JQ-102 Twn-Dps, pukul 00.12 juga dibatalkan.

Sementara itu penerbangan keberangkatan tercatat sembilan jadwal keberangkatan yang dibatalkan, yaitu penerbangan VA-055 pukul 19.55 Wita menuju Sydney; VA-046 pukul 21.10 Wita menuju Brisbane; KL-836 pukul 21.30 menuju Singapura; JQ-38 pukul 22.30 Wita ke Sydney; JQ-128 pukul 22.40 Wita ke Adelaide; JQ-116 pukul 22.45 Wita ke Singapura; XT-401 pukul 22.50 Wita ke Narita; VA-034 pukul 23.55 Wita ke Sydney dan JQ-101 pukul 01.10 Wita ke Townsville. (Hsg)




Loading Facebook Comments ...