Search

Paska Tsunami, Polwan Asal Situbondo Dinyatakan Hilang di Palu

Imam Sarjono  orang tua Bripda Riza Mahdiyah Annisa
menunjukan foto anaknya. (foto:fat)
Imam Sarjono orang tua Bripda Riza Mahdiyah Annisa menunjukan foto anaknya. (foto:fat)

Situbondo,reportasenews.com – Kesedihan mendalam dialami oleh  keluarga  Imam Sarjono  (53),   asal  Lingkungan Karangasem,  Kelurahan Patokan, Kecamatan Kota, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Pasalnya,   anak keduanya yang bertugas sebagai polisi di Polres Palu menjadi korban gempa dan tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Bahkan, hingga  hari kelima paska terjadinya  bencana   tsunami di Palu, Sulawesi Tenggara (Sulteng) tersebut,  Bripda Riza Mahdiyah Annisa, yang bertugas di bagian Sumberdaya Manusia (SDM) di Polres Situbondo itu, belum diketahui keberadaannya.

Imam Sarjono selaku orang tua Bripda Riza Mahdiyah Annisa mengatakan, pada saat kejadian, anak keduanya bersama para  personel Polres Palu, mereka sedang  bertugas melakukan pengamanan pada perayaan HUT Kota Palu, Sulteng.

“Kontak terakhir dengan  keluarga,  kami  menghubungi melalui ponselnya dan  menanyakan seputar situasi dan kondisinya usai gempa pertama. Pada  saat itu, dia menjawab baik-baik saja dan mengatakan, jika sedang bertugas dipelabuhan bersama rekan-rekannya,”kata Imam Sarjono, sembari mengusap air matanya yang mengalir deras di pipinya, Selasa (2/10/2018).

Menurutnya,  namun memasuki hari kelima paska bencana tsunami, pihak keluarga belum mengetahui keberadaan Polwan yang akrab dengan panggilan Icha.  Sehingga untuk mencari keberadaan Icha, anak pertama Imam Sarjono berangkat ke Palu, namun karena sulitnya jalur transportasi  menuju ke Palu, hingga kini, anak  pertamanya masih tertahan di Makasar.

“Kami keluarga hanya bisa berdo’a untuk Icha walaupun sebenarnya kami sangat sedih mendengar rilis resmi melalui siaran televisi bawah 7 POLKI dan 2 POLWAN yang merupakan rekannya saat bertugas sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,”katanya.

Imam juga mengaku sempat akan ditipu seseorang melalaui telepon dengan meminta sejumlah uang dengan modus jika putrinya sudah ditemukan dan berada di rumah untuk dilakukan operasi membutuhkan biaya sangat besar, beruntung berkat kontak langsung petugas SAR di Palu dirinya menyadari jika itu hanyalah penipuan.

“Namun, di saat dirinya tertimpa  musibah,  kok masih ada orang-orang yang tega mau menipu kami dengan meminta sejumlah uang,  beruntung sebelumnya mentrasnfer  uang yang diminta,  kami segera menghubungi petugas Polres Situbondo, sehingga kami dan keluarga tidak tertipu,”bebernya.

Pihak Keluarga sangat berharap Bripda Riza Mahdiyah Annisa segera ditemukan dalam kondisi selamat dan bisa cepat berkumpul kembali dengan keluarga di Kota Situbondo.

Diperoleh keterangan, berdasarkan data yang dirilis oleh tim SAR, hingga pukul 13.00 WIB, jumlah korban akibat tsunami di Palu Sulteng, jumlah korban tewas sebanyak  1.234 orang,  sedangkan  korban luka berat 799 orang, yang  masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara jumlah korban hilang tercatat sebanyak 90 orang.(fat)




Loading Facebook Comments ...