Search

Pegunungan Bintang Sudah Normal Namun Aktivitas Pemerintahan Belum Berjalan

Kantor Bupati Pegunungan Bintang . (foto: riy)
Kantor Bupati Pegunungan Bintang . (foto: riy)

Jayapura, reportasenews.com – Pasca dilakukannya aksi pemalangan sejumlah kantor di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua sejak 12 April 2018 bulan lalu, saat ini situasi di Oksibil sudah kondusif, dimana bandara yang sempat dipalang sudah dibuka kembali.

Angli Kaladana, Sekretaris Tim Perjuangan Aspirasi Masyarakat Pegunungan Bintang saat dihubungi via telepon selular oleh reportasenews.com rabu sore (16/05) mengatakan bahwa situasi di oksibil sudah kondusif, perkantoran yang sebelumnya dipalang sudah dibuka kembali oleh aparat namun aktivitas perkantoran belum ada karena semua para pegawai negeri sipil sudah turun ke Jayapura sejak 12 April.

“Aktivitas warga sudah normal dan situasi sudah sangat kondusif dimana pemalangan yang terjadi dibeberapa kantor sudah dibuka aparat, karena memang tim dari penjabat gubernur yang di utus yaitu dandim dan kapolres serta beberapa tokoh sudah ada di oksibil beberapa hari ini untuk melakukan dialog dialog dengan Tim Pengawal aspirasi” . Tuturnya.

Angli menambahkan memang aktivitas seperti pemerintahan yang belum normal dikarenakan sejumlah pegawai negeri sipil masih berada di Jayapura, serta Bupati yang tidak pernah naik ke oksibil membuat sejumlah PNS tidak berkantor.

“memang karena bupati sampai saat ini tidak mau baik ke Oksibil padahal seharusnya sebagai bupati kenapa dirinya takut? dan terus berkoar dimedia namun tidak pernah ke oksibil untuk laksanakan tugas sebagai bupati sehingga ini dipakai oleh ASN untuk alasan tidak berkantor”. Ungkapnya.

Saat ditanya soal kapolda Papua yang hari ini mengeluarkan statment Bahwa memberikan waktu 3 hari pada pendemo agar membuka palangnya, Menurut Angli ada apa dibalik warning ini karena saat ini menurut angli situasi sudah kondusif beberapa hari ini sudah mulai dilakukan dialog dengan utusan gubernur.

“saya juga menanyakan ada apa kok kapolda memberi statmen seperti itu padahal Bupati yang tidak ada di Oksibil itu lah yang menyebabkan situasi pemerintahan tidak berjalan, bukan karena pendemo. Kami juga hanya mengawal aspirasi masyarakat yang datang dari 277 kampung karena ini adalah murni masyarakat bergerak dengan apa adanya berjalan kaki dengan seadanya membawa sayur dan ubi hanya untuk agar ada perubahan karena selama ini tidak ada pembangunan di Kabupaten Pegunungan Bintang”. Tegasnya.

Dalam waktu dekat ini juga perwakilan tokoh masyarakat yang ada di oksibil akan turun ke jayapura dan rencana akan dilakukan pertemun dengan gubernur dan kapolda serta pangdam guna membahas permasalahan ini karena sudah menjadi masalah nasional dimana masyarakat menuntut agar bupati turun dari jabatannya. ( riy )




Loading Facebook Comments ...