Search

Pelabuhan Peti Kemas Internasional Kijing Akan Dibangun di Mempawah, Kalbar

Pelabuhan Pontianak akan diperkuat dengan dibangunnya pelabuhan peti kemas Internasional seluas 200 hektar di Kijing,Mempawah, Kalimantan Barat. (foto: das)
Pelabuhan Pontianak akan diperkuat dengan dibangunnya pelabuhan peti kemas Internasional seluas 200 hektar di Kijing,Mempawah, Kalimantan Barat. (foto: das)

Pontianak, reportasenews.com – Pelabuhan Pontianak mendapat predikat pelabuhan domestik terbaik karena dwelling time hanya dua jam lebih. Terlebih saat ini, Pelabuhan Pontianak di dukung handling system yang dikendalikan secara terpusat secara melalui control tower sehingga bongkar muat peti kemas lebih cepat. Tujuan peningkatan pelayanan ini agar mempercepat kegiatan operasional di Pelabuhan Pontianak. Bahkan dalam waktu dekat,  daya topang pelabuhan Pontianak akan diperkuat dengan dibangunnya pelabuhan peti kemas Internasional seluas 200 hektar di Kijing,Mempawah, Kalimantan Barat.

Sistem dwelling time terpusat ini telah diberlakukan sejak Mei 2015. Sistem operasional terpusat dengan handling system ini melalui control tower.

Pencapaian kinerja bongkar muat di Pelabuhan Pontianak termasuk menjadi contoh untuk pelabuhan domestik yang masih menggunakan system konvesional di Indonesia.

Di tahun ini, dengan adanya peningkatan ekonomi di Kalimantan Barat akan memberikan dampak positif bagi pelayanan jasa di Pelabuhan Pontianak.

Daya  tampung  Pelabuhan Pontianak saat ini mencapai 280 ribu teus, namun daya tampung ini akan terus ditingkatkan dengan dibangunnya Pelabuhan Internasional Kijing, Mempawah, Kalimantan Barat, seluas 200 hektar yang ditopang dengan pembangunan industri CPO dan smelter pertambangan bauksit di sekitar Pelabuhan Kijing.

Pelabuhan Kijing ini nantinya menjadi pelabuhan laut pertama yang dimiliki Kalimantan Barat, dengan kapasitas 500 ribu teus hingga satu juta teus.

Pelabuhan ini nantinya diharapkan dapat meningkatkan daya saing ekonomi Kalimantan Barat dan menekan biaya logistik yang tinggi serta menjadi solusi atas keterbatasan Pelabuhan Dwikora Pontianak.

Pembangunan Pelabuhan kijing akan menelan biaya mencapai lima trilyunan lebih yang diambil dari anggaran PT. Pelindo II.

 “Pelabuhan Kijing suatu kebanggaan masyarakat Kalimantan Barat. Saat ini pelabuhan Pontianak hanya pelabuhan sungai yang kapasitas dan fasilitasnya terbatas, kedalaman alur juga terbatas, dengan harapan pelabuhan Kijing menjadi pelabuhan laut yang dapat menampung lebih banyak kapal atau kontainer,” kata General Manager Pelabuhan Pontianak, Adi Sugiri kepada wartawan di pelabuhan peti kemas Dwikora Pontianak, Selasa (10/4).

Adi menjelaskan selama ini tidak ada kendala untuk dwelling time di Pelabuhan Pontianak, karena pelabuhan Pontianak bongkar muat container bisa terukur dan hanya membutuhkan waktu dibawah tiga hari. Saat ini beberapa mitra juga telah memiliki depot peti kemas.

Dengan system terpusat, kinerja Pelabuhan Pontianak bisa terukur, termasuk kesiapan sumber daya manusia dan peralatan bongkar muat, serta perawatan peralatan bongkar muat. Sementara selama ini pelabuhan dwikora Pontianak lebih banyak melayani kapal-kapal peti kemas domestik. Karena keterbatasan inilah yang membuat pelabuhan internasional Kijing sangat diperlukan untuk mengatasi keterbatasan Pelabuhan Dwikora Pontianak. (das)




Loading Facebook Comments ...