Search

Pelaku Penganiaya Audrey Minta Maaf dan Menyesal

Pelaku penganiayaan Audrey menyampaikan permintaan  maaf dan menyesali perbuatannya di hadapan awak media. (Foto/das).
Pelaku penganiayaan Audrey menyampaikan permintaan maaf dan menyesali perbuatannya di hadapan awak media. (Foto/das).

Pontianak, Reportasenews.com – Tujuh remaja putri terduga pelaku penganiayaan terhadap Audrey membuat pernyataan terbuka dihadapan awak media. Pernyataan terbuka ini dilakukan di Polresta Pontianak dengan didampingi Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat, Rabu (10/4).

Di hadapan awak media pelaku  meminta maaf dan menyesali segala perbuatannya terhadap Audrey. Didampingi orangtua mereka ketujuh pelajar sma di Pontianak ini sempat menangis saat memberikan pernyataan maaf dan menyesali perbuatannya terhadap Audrey. Mereka bahkan sama sekali tak menyangka kasus ini jadi perhatian dan bahkan menjadi trending topik di linimasa.

“saya klarifikasi, saya bukanlah yang memukul audrey, tetapi foto-foto saya disebar seolah-olah saya lah pelaku kekerasan terhadap Audrey” ujar salah satu terduga pelaku penganiayaan terhadap Audrey.

Satu dari tujuh terduga pelaku penganiayaan Audrey mengaku telah mencoba melerai perkelahian tersebut namun mereka takut dituduh sebagai pelaku pengeroyokan.

Sementara penyidik kepolisian resort Pontianak Kota telah menetapkan tiga tersangka terhadap kasus kekerasan yang menimpa Audrey. Ketiganya  dijerat pasal 80 ayat satu undang-undang perlindungan anak dengan hukuman penjara tiga tahun enam bulan. Kasus ini diversi karena pelaku dan korban masih anak dibawah umur sehingga tidak dilakukan penahanan.

“penyidikan telah menetapkan 3 orang sebagai tersangka yang melakukan penganiyaan terhadap Audrey, tapi bukan pengeroyokan, bukan dalam waktu bersamaan,” jelas Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir, Kapolresta Pontianak.

Polisi memastikan tidak ada penambahan tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap Audrey. Dari sembilan saksi dan 12 orang yang berada di tkp hanya tiga yang mengaku telah menganiaya Audrey.

Sementara Aliq Rosyad, Komisioner KPPAD  Kalimantan Barat meminta bantuan lembaga perlindungan saksi dan korban serta psikiater untuk mendampingi korban dan para pelaku ini karena mereka masih tergolong anak di bawah umur.

“kami melakukan pendampingan terhadap korban dan pelaku termasuk saksi. korban sudah kita lakukan pendampingan bantuan konseling atau trauma, kita juga lakukan pendampingan terhadap pelaku,” jelasnya. (das)




Loading Facebook Comments ...