Search

Pelaku Peremasan Payudara Mahasiswi Depok Ancam Bunuh Korban

Gang Swadaya II RT02/05 Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. (foto:ltf)
Gang Swadaya II RT02/05 Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. (foto:ltf)
Depok, reportasenews.com – Setelah sebelumnya RA (22) yang menjadi korban peremasan payudara, kini giliran mahasiswi perguruan tinggi di Depok yang dilecehkan dan diancam dibunuh pada Minggu (15/7/2018) pagi.
Kejadian tersebut berawal saat korban SN (21) sedang berkeliling menjajakan makanan ringan di Gang Swadaya II RT02/05 Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. Tiba-tiba ada seorang pria tak dikenal langsung memegang payudaranya dan mengeluarkan alat vitalnya ke korban.
“Saya baru sekira 15 menit berkeliling menjajakan dagangan yang diambil dari warga. Pas di jalan yang cuma cukup satu motor saya berhenti lantaran membawa box berisi makanan dan agar dia bisa lewat,” ucap SN saat ditemui, Senin (16/7/2018) siang.
Sebelum berpapasan dengan SN, pria yang tingginya sekira 170 sentimeter, agak gemuk, menggunakan jaket hitam, dan bercelana panjang hitam menatap tajam korban. Lalu, pria tak dikenal itu meremas payudara SN tepat di kontrakan Gang Swadaya II.
“Dia natap saya terus. Pas pelaku sampai di tempat saya berhenti langsung meremas payudara saya. Saya ngga bisa melawan karena takut sudah gitu kedua tangan saya memegang box makanan yang cukup berat lantaran baru mulai berdagang,” ujarnya.
Rasa takut membuat SN hanya terdiam terpaku memandang pelaku kabur menuju Jalan Taman Indanh 1. Setelah dapat mengendalikan rasa takutnya akhirnya korban kembali menjajakan donat, risol, panada dan tahu isi.
Akan tetapi, sekira tiga meter dari lokasi kejadian pelaku kembali memutarkan kendaraannya ke arah korban. Pelaku menghampiri SN dan berpura-pura menanyakan harga makanan yang didagangkannya.
“Sebenernya saya takut, namun saya coba mengendalikan rasa takut saya. Apalagi makanan ini punya orang, saya hanya jualin aja. Di situ dia kembali meraba daya saya, tapi saya melawan,” katanya.
SN membentak pelaku supaya berhenti melakukan pelecehan seksual terhadap dirinya. Tetapi keberanian SN justru memancing kemarahan pelaku. “Saya membentak pelaku ‘Kakak jangan dong’. Namun pelaku malah berkata ‘Sebentar aja’. Mau saya bunuh kamu. Lalu pelaku turun dari sepeda motornya dan mengeluarkan alat vital yang telah berereksi. Saya langsung kabur,” tandasnya. (jan/ltf)




Loading Facebook Comments ...