Search

Pemilu Inggris 2017: Jeremy Corbyn Berkibar, Theresa May Menangis

Jeremy Corbyn dari oposisi buruh secara mengejutkan melejit mengalahkan Theresa May konservatif
Jeremy Corbyn dari oposisi buruh secara mengejutkan melejit mengalahkan Theresa May konservatif

Inggris, reportasenews.com – Perdana Mentri Inggris Theresa May duduk menangis melihat hasil pemilu Inggris 2017 dimana lawan terberatnya Jeremy Corbyn tampaknya ada diatas angin.

Theresa May dikalahkan setelah sebelumnya berhasil mendorong Inggris untuk keluar dari Uni Eropa atau dikenal dengan “Brexit” dan membuat gempa bumi ekonomi dinegara itu.

Jeremy Corbyn mendapat suara lebih besar daripada Tony Blair pada tahun 2005 dimana partai buruh telah melampaui ekspektasi dan saat ini memiliki 40,1 persen suara rakyat

Jeremy Corbyn telah memenangkan bagian suara yang lebih besar dalam pemilihan malam terakhir daripada yang dicapai Tony Blair saat dia meraih kekuasaan di tahun 2005.

Dengan 648 dari 650 kursi yang diumumkan, oposisi Buruh saat ini berada pada lebih dari 40 persen suara, jauh lebih tinggi daripada 35,2 persen yang dikelola partai pada tahun 2005.

Dalam pemilihan umum terakhirnya, Blair memenangkan mayoritas dengan 355 kursi, dan meskipun Corbyn saat ini berada jauh di belakang pada 261, bagiannya dari pemungutan suara secara signifikan lebih tinggi.

Pangsa pemungutan suara tidak secara langsung setara dengan jumlah kursi karena sistem pemilihan pertama di masa lalu di Inggris, yang secara eksklusif memberi penghargaan kepada mereka dengan suara terbanyak di setiap daerah pemilihan, dan tidak mampu kehilangan suara kandidat untuk mewakili parlemen manapun.

Namun, ini berarti pemimpin Partai Buruh telah mengungguli harapan, dengan banyak meramalkan malapetaka buat kubu Theresa May saat pemilihan pertama kali berjalan.

Konservatif dibawah May telah gagal untuk mengamankan mayoritas dalam pemilihan dan saat ini sembilan kursi pendek telah memenangkan 317 konstituen.

Theresa May menghadapi panggilan untuk mundur akibat hasil pemilu ini.

Namun sumber konservatif bersikeras bahwa May tidak akan mengundurkan diri meskipun dia gagal untuk mengamankan mayoritas, dan sekarang dia dikatakan sedang dalam pembicaraan dengan DUP untuk membentuk sebuah koalisi.

Buruh bagaimanapun mengharapkan untuk menggulingkan May dari No 10 dan membentuk pemerintahan minoritas sendiri, kata Bay Chancellor John McDonnell.

“Kami siap membentuk pemerintah, kami bersedia melayani negara ini,” katanya kepada BBC.

Ketika ditanya, Corbyn sendiri tidak mengesampingkan pembentukan pemerintah minoritas dan mengatakan bahwa dia “siap melayani”.

Perhitungan sementara, Partai Konservatif dibawah May diprediksi cuma mampu menarik 314 kursi lantas disusul Partai Buruh dengan 266 kursi, kemudian Nasionalis dengan 34 kursi, dan 14 kursi lainnya untuk Demokrat Liberal.

Peraturan di Inggris menggariskan bahwa pemenang harus meraup suara 326 dari 650 kursi yang diperebutkan di pemilu parlemen.

Situasi tanggung dihasil pemilu kali ini membuat Inggris dalam posisi “parlemen menggantung” dimana tidak ada kemenangan mayoritas. Tawaran lain adalah membentuk koalisi dengan lawan politiknya.

May harus berhadapan dengan Majelis Tinggi Inggris untuk mendapatkan mosi kepercayaan seusai membuka parlemen di 19 Juni. Jika dia gagal maka Jeremy Corbyn dari Partai Buruh akan maju membentuk pemerintahan. (Hsg)




Loading Facebook Comments ...