Search

Pemkab Situbondo Gelar Lomba Memukul Lumpang dan Fashion Manula 

SEjumlah ibu ibu sedang mengikuti lomba memukul lumpang padi yang diselnggarakan Pemkab Situbondo dalam rangka memperingati Hari Kartini. (foto:fat)
SEjumlah ibu ibu sedang mengikuti lomba memukul lumpang padi yang diselnggarakan Pemkab Situbondo dalam rangka memperingati Hari Kartini. (foto:fat)

Situbondo,reportasenews.com – Memperingati Hari Kartini Tahun 2018, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Situbondo, Jumat (20/4) menggelar lomba memukul lumpang, fashion dan parade kebaya ala ibu Kartini.

Menariknya, para peserta fashion kebaya ala Kartini itu semuanya para ibu dan nenek. Praktis, kegiatan lomba yang dibuka  oleh Wabup Yoyok Mulyadi di Gedung Serbaguna Wsata Bahari Pasir Putih, Situbondo itu, langsung mengundang gelak tawa para penonton.

Wabup Situbondo Yoyok Mulyadi dalam arahannya mengatakan, Pemkab Situbondo sengaja menggelar lomba memukul lumpang (ronjengan dalam bahasa madura), dengan harapan, warga Situbondo tidak lupa dengan musik tradisional memukul lumpang, karena musik tersebut nyaris punah,

“Selain  lomba Nabbhu Ronjengan dan fashion kebaya ala kartini, namun puncak peringatan hari kartini akan dilakukan pengibara bendera merah putih dari kedalaman 25 meter dari dasar laut Wisata Bahari Pasir Putih, Situbondo,”kata Wabup Yoyok Mulyadi, Jumat (20/4).

Pria yang akrab dipanggil Yoyok menambahkan, selain dalam rangka memperingati hari Kartini Tahun 2018, kegiatan lomba fashion dan memukul musik tradisional juga dalam rangka menyambut tahun kunjungan wisata yang dicanangkan pada tahun 2019 mendatang.

“Dengan dilaksanakannya berbagai lomba tersebut, kami  berharap tradisi  tradisional Kabupaten Situbondo kembali terangkat, seperti lomba Nabbhu Ronjengan ini,”imbuhnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA)  Kabupaten Situbondo  Kusnin mengatakan, lomba fashion dengan peserta  kaum  perempuan  berusia 50 tahun keatas dan lomba musik tradisional Nabbhu Ronjengan tersebut, diharapkan mampu membangkitan tradisi tradisional Situbondo yang lain.

“Panitia sengaja menggelar lomba Nabbhu Ronjengan, karena lomba memukul lumpang tersebut nyaris  punah.  Oleh karena itu, lomba tersebut dilaksanakan agar tidak punah dan kaum perempuan muda bisa meneruskannya,” kata Kusnin.

Sementara itu, salah seorang peserta lomba  Nabbhu Ronjengan dari Kecamatan Mlandingan mengatakan, tradisi menabuh lumpang jangan sampai punah. “Kami minta kepada kaum perempuan muda di Kabupaten Situbondo, agar mau meneruskan tradisi Nabbhu Ronjengan tersebut,”katanya.(fat)

 




Loading Facebook Comments ...