Search

Pemkot Pontianak Bebaskan Biaya Perawatan Audrey

Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Muhammad Nasir memberikan keterangan kepada wartawan terkait kasus kekerasan anak yang menimpa Audrey. (Foto/das)
Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Muhammad Nasir memberikan keterangan kepada wartawan terkait kasus kekerasan anak yang menimpa Audrey. (Foto/das)

Pontianak, Reportasenews.com – Pemerintah kota pontianak membebaskan atau menggratiskan seluruh biaya perawatan medis yang dialami Audrey, siswi SMP yang mengalami kekerasan fisik sejak di rawat di rumah sakit pada 06 april 2019.

Audrey akan kembali menjalani pemeriksaan untuk melengkapi berita acara pemeriksaan tambahan. Saat ini dari 10 orang saksi yang diperiksa polisi, baru 3 orang yang kemungkinan statusnya naik menjadi tersangka.

Namun karena yuridis formal kasus kekerasan yang menimpa Audrey adalah kasus pidana anak, maka kasus ini diterapkan secara khusus baik pelaku maupun korban dalam pendampingan komisi perlindungan dan pengawasan anak daerah kalimantan barat dan psikiater.

Kasus kekerasan yang dialami Audrey, siswi SMP dengan cepat menjadi sorotan publik bahkan tagar justice for audrey menduduki trending topik yang mencuri perhatian netizen dunia maupun di dalam negeri. Netizen meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus kekerasan yang dialami Audrey oleh siswi lainnya yang berbeda sekolahan dengan korban.

Kasus kekerasan yang menimpa Audrey berawal unggahan korban di akunnya di media sosial yang kemudian direspon pelaku sehingga terjadi saling ejek kemudian terjadi penjemputan terhadap korban oleh para pelaku yang berakhir dengan pengeroyokan.

Kemudian kasus nya bergulir ke laporan polisi di polsek Pontianak Selatan karena lokasi kejadian berada di wilayah polsek Pontianak Selatan. Awalnya kasus ini telah dimediasi secara kekeluargaan oleh keluarga korban dan keluarga pelaku. Namun tak menemukan titik temu kemudian korban jatuh sakit dan menjalani perawatan di rumah sakit pro medika Pontianak.

Keluarga korban melanjutkan laporan kekerasan terhadap anak ini ke Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat hingga publik pun bereaksi keras setelah tagar justice for audrey menjadi trending topik dunia.

Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono yang baru menjabat langsung turun tangan dan meminta dinas pendidikan segera bertindak dan melakukan investigasi terhadap kasus kekerasan yang terjadi sesama pelajar di kota Pontianak.

“kita akan terus menerapkan sistem pendidikan di sekolah dengan penanaman karakter siswa, dan tentunya kota pontianak yang menyandang kota layak anak tidak terpengaruh dengan kasus kejadian yang menimpa Audrey. Korban juga akan dibebaskan dari biaya perawatan” ujar Edi

Sementara menurut pihak kepolisian dari hasil visum kondisi korban saat ini sudah mulai membaik, namun korban belum bias bertemu dengan para pelaku.

“Korban Alhamdulillah sudah membaik, dan korban sudah dapat bercanda namun korban masih belum berani ketemu dengan para pelaku” ujar Kombes Pol Muhammad Nasir, Kapolresta Pontianak. (das)




Loading Facebook Comments ...