Search

Pendaki Tewas di Puncak Bukit Jamur, Diduga Disambar Petir

Puncak Bukit Jamur, destinasi wisata favorit pendaki atau pengemar petualangan alam karena dapat melihat keindahan alam saat sunrise atau sunset dengan gumpalan awan. (foto:ist) 
Puncak Bukit Jamur, destinasi wisata favorit pendaki atau pengemar petualangan alam karena dapat melihat keindahan alam saat sunrise atau sunset dengan gumpalan awan. (foto:ist) 

Pontianak, reportasenews.com – Seorang pendaki tewas diduga tersambar petir saat berkemah di bawah guyuran hujan lebat dan cuaca yang kurang baik,  di puncak Bukit Jamur, Dusun Jaku, Desa Bani Amas, Kecamatan Bengkayang, Bengkayang, Kalimantan Barat, Jumat (22/6) pukul 00.45 WIB.

Evakuasi jenasah dilakukan Polres Bengkayang bersama BNPB Kabupaten Bengkayang setelah mendapat informasi dari tiga rekan korban yang selamat.

Jenasah selanjutnya dibawa ke RSUD Bengkayang untuk dilakukan pemeriksaan medis.

“Dari hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan ataupun luka di bagian muka, perut kaki hingga bagian belakang tubuh korban,” kata Kabid Humas Polda Kalimantan Barat, Kombes Pol Nanang Purnomo.

Korban tewas adalah Aldio Zuhri Setyawan, (15 ), pelajar di MTs Negeri II Pontianak, yang bertempat tinggal di jalan  Sejahtera No. 30 Gang Gunung Puting 2, Kelurahan Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak.

Tiga rekan korban yang selamat adalah Tengku Zulfikar,(16), Jonathan Ferer, (18) dan Arif Eka Nugroho, (16).

Dugaan penyebab kematian korban, belum diketahui. Namun berdasarkan keterangan dari tiga rekan korban yang selamat, sebelumnya korban  pernah mengatakan kalau korban lapar dan takut sakit maag nya kambuh.

Sebeluimnya korban bersama tiga rekannya, melakukan pendakian pada hari Kamis (21/06) pukul 19.00 WIB. Setiba di puncak, mereka mendirikan tenda untuk beristirahat karena cuaca dalam keadaan hujan. Saat hujan turun, hanya korban yang sedang tidur di dalam tenda. Pada pukul 20.00 WIB, ketiga rekan korban mendengar suara petir menyambar sebuah pohon  yang berada di dekat tenda.

Kemudian ketiga rekan korban merasakan kram, seperti tangan tersengat listrik pada kaki dan secara bersamaan pula rekan korban lainya melihat tubuh korban yang sedang tidur  mengalami kejang – kejang.

Melihat tubuh korban yang sedang kejang – kejang sehingga membuat mereka panik dan memberikan pertolongan pertama kepada korban dengan memberi nafas buatan. namun tidak ada perubahan atau reaksi pada tubuh korban. Kemudian tiga rekan korban meminta pertolongan warga dan melaporkan kejadian ini kepada apparat.

“Penyebab korban meninggal dunia belum di ketahui, untuk ini perlu dilakukan pemeriksaan dalam seperti otopsi,” pungkasnya. (das)




Loading Facebook Comments ...