Search

Ini Pengakuan Kasi Kecamatan, Tersangka Pemotongan DD di Probolinggo

Dua tersangka SP dan Z saat digelandang petugas dalm press release di Mapolres Probolinggo Jawa Timur.(foto: dic)
Dua tersangka SP dan Z saat digelandang petugas dalm press release di Mapolres Probolinggo Jawa Timur.(foto: dic)

Probolinggo, reportasenews.com – Setelah ditetapkan tesangka dalam kasus pemotongan Anggaran Dana Desa (DD) oleh 2 orang dari staf Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, yang melibatkan Kasi Pembangunan yakni SP dan staff biasa yakni Z, tersangka SP mengaku bahwa pemotongan DD itu juga disetujui oleh Camatnya yakni Zainuddin.

Dari pengakuan SP yang menjabat sebagai Kasi Pembangunan Desa (PMD) saat dilakukan press release di Mapolres Probolinggo, Senin (9/10), bahwa apa yang dilakukannya itu telah disetujui oleh Camatnya dan 19 Kepala Desa di Gading. Namun SP berdalih jika pemotongan DD bukan untuk kepentingan pihak Kecamatan atau kepentingan dirinya.

“Dana itu bukan untuk difungsikan pribadi kami, tapi dana itu kami minta kepada seluruh Kades untuk kepentingan kegiatan Desa kedepannya, dan dana itu merupakan dana titipan yang telah diserahkan oleh bendara Desa kepada saya sebagai Kasi Pembanguan di kantor Kecamatan Gading,”tutur SP saat di press release.

Tim Tipikor Polres Probolinggo, mengamankan uang DD yang diamankan berkisar Rp 99 juta. Itu semua berasal dari 7 Desa dari 19 Desa yang telah menyerahkan uang DD itu. BB uang DD sekitar Rp 99 juta itu ternyata diamankan dari tangan tersangka SP dan Z. Namun, paling besar uang DD itu dipegang oleh tersangka SP.

Menurut tersangka SP, untuk penarikan uang DD sebagai kegiatan desa itu sudah diadakan rapat bersama, oleh Camat dan seluruh Kades di Gading. Ada sejumlah kegiatan yang sudah terncantum RKA Desa yang dibantu oleh pihak Kecamatan. Seperti halnya kata SP, pembayaran langganan media cetak, kegiatan peningkatan desa yang dilakukan secara bersama-sama oleh desa di kecamatan Gading.

Sementara dikatakan Waka Polres Probolinggo Kompol Hendy Kurniawan, dua tersangka SP dan Z itu, memang diamankan oleh petugas tim unit Tipikor di kantor Kecamatan Gading, keduanya (tersangka) dibawa ke Mapolres untuk dimintai keterangan dengan status sebagai saksi, namun dengan berkembangnya penyidikan, SP dan Z akhirnya ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pemotongan Dana Desa itu.

“Selanjutnya kami masih melakukan pengembangan, apakah ada pihak lainnya yang tersangkut dalam kasus ini. Semua masih dalam pengembagan,”tutur Kompol Hendy.

Kedua tersangka SP dan Z dikenakan Pasal  12 huruf E Sub Pasal 12 huruf F uu ri No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 E KUHP ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara maksimal 20 tahun penjara.(dic)

 




Loading Facebook Comments ...