Search

Pengamat Hukum Pidana : Pelaku KDRT di Depok Harus Dijerat Pasal Berlapis

Pelaku KDRT saat diinterograsi kepolisian. (foto:ltf)
Pelaku KDRT saat diinterograsi kepolisian. (foto:ltf)
Depok, reportasenews.com – Pengamat hukum pidana Abdul Fickar Hadjar menyatakan pelaku kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya, NM (24) di Kota Depok harus dijerat dengan pasal berlapis. Sebab dalam melancarkan aksi KDRTnya, Prima Hadi juga memvideokan serta mengancam akan menyebarkan video yang dibuatnya apabila tidak menuruti kemauan pelaku.
“Kalau dalam kronologis kejadiannya KDRTnya seperti itu tentu pelaku dapat dikenakan pasal berlapis. Karena selain melakukan KDRT juga membuat video dan mengancam akan menyebar video yang dibuatnya,” kata Abdul Fickar Hadjar melalui pesan WhatsApp kepada wartawan, Rabu (1/8/2018).
Selain Pasal 44 UU RI No.23 Tahun 2004 tentang KDRT, kata pengamat yang berasal dari Universitas Tri Sakti itu, kepolisian harus memasukkan Pasal 29 UU No.44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 354 KUHP.
“Polisi harus memasukkan dua pasal tersebut untuk menjerat Prima Hadi. Jika tidak kejadian serupa akan terjadi kembali di lain waktu,” ucapnya.
Sebelumnya, korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang disertai ancaman pembunuhan, NM (24), warga Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok masih mengalami trauma atas perilaku suaminya.
Lebih parahnya, kejadian itu dilakukan Prima Adi (32) dihadapan buah hatinya yang masih berusia tiga tahun. Tepatnya di Oka Biliar yang tak jauh dengan Polresta Depok tempat dimana pelaku melakukan kekerasan, menelanjangi, bahkan memvideokan istrinya.
“Puluhan kali dia memukul serta menendang saya. Awalnya di rumah teman, Jalan Siliwangi, dan Oka Biliar. Di Oka Biliar saya sempat keluar darah dan ditelanjangi di depan anak saya,” ujar NM di kediamannya kepada wartawan, Selasa (24/7/2018) malam. (jan/ltf)



Loading Facebook Comments ...