Search

Penghuni Apartemen Kalibata City Demo Tolak Tagihan Kelangkaan Air

IMG-20160904-WA0025

JAKARTA RN.COM-Ratusan warga penghuni dan pemilik apartemen Kalibata City melakukan aksi damai menolak tagihan kelangkaan air yang mereka terima dari pihak pengelola apartemen. Aksi damai ini dilakukan dengan berjalan kaki di kompleks apartemen pada Minggu  (4/9).

Menurut ketua Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Rumah Susun (P3SRS), Ade Tedjo, tagihan yang dikeluarkan oleh pengelola tidak mempunyai dasar hukum dan sangat tidak masuk akal.

“Apa dasarnya pengelola menarik biaya kelangkaan yang mundur 20 bulan lalu tapi baru sekarang ditagih?” tegas Ade Tedjo.

Selaku ketua P3SRS yang dipilih oleh warga, Ade Tedjo menghimbau agar para pemilik dan penghuni apartemen Kalibata City tidak membayar tagihan kelangkaan air. Besaran tagihan tagihan kelangkaan air berfariasi.

Shanty seorang pemilik unit mengaku ditagih sebesar 3.6 juta rupiah dan harus dilunasi dalam waktu 9 bulan. Tagihan ini diluar biaya air dan listrik setiap bulan yang berkisar 700ribu.

“Bulan September ini tagihan listrik air sebesar satu juta. Ini sangat memberatkan. Bila tidak melunasi dalam jangka tiga bulan maka akan ada tindakan pemutusan dari pengelola,” keluh Shanty.

Flora, pemilik yang baru membeli unit tiga bulan lalu juga ditagih biaya yang tidak pernah ia gunakan sama sekali.

“Saya sudah datang ke CS (customer service) tapi tidak ada penjelasan sama sekali. Tidak pernah pakai air, saya baru masuk 3 bulan tapi kok ditagih air 20 bulan lalu,” ujar Flora.

Karena itulah, para penghuni yang tergabung dalam P3SRS versi warga melakukan aksi damai. Dalam waktu dekat, perwakilan warga akan melayangkan gugatan hukum.

Ade Tedjo meminta para warga untuk bersatu dan tidak takut dengan gerakan ini.

“Bila ada warga yang mengalami pemutusan listrik atau air, tolong segera kabari pengurus, kita pasti bersolidaritas dan memberi bantuan.” tegas Ade Tedjo dalam orasinya.(TJG)




Loading Facebook Comments ...