Search

Penghuni Asrama Polisi Berharap Polri Punya Hati Nurani

Salah satu rumah warga  di asrama polisi (Aspol) Menteng Jakarta Pusat yang dilosongkan Polda Metro Jaya. (foto.Ist)
Salah satu rumah warga di asrama polisi (Aspol) Menteng Jakarta Pusat yang dilosongkan Polda Metro Jaya. (foto.Ist)

Jakarta, Reportasenews.com – Rencana Polda Metro Jaya membangun rumah susun di atas lahan asrama polisi (Aspol) Menteng Jakarta Pusat, mendapat penolakan dari warga penghuni.

Mereka yang menempati asrama adalah 150 KK warga Polri, baik yang sudah purnawirawan maupun yang masih aktif. Dasar penolakan karena mereka menganggap sudah tinggal dikawasan tersebut sejak tahun 1950 sebelum terbitnya Sertifikat Hak Pakai tahun 2010 atas nama Polri.

Warga juga mengaku mendirikan bangunan dengan biaya sendiri, tanpa biaya dari kepolisian maupun dari Negara. Menurut Kompol Purn. Prasetio Ketua Paguyuban Warga Aspol Menteng Jakarta Pusat, sebenarnya mereka tidak menolak asal ada kompensasi atas pengosongan gtersebut.

“Warga Penghuni lahan ini, tidak menolak jika lahan ini di gunakan untuk kepentingan umum, namun kami menolak pengosongan lahan tersebut tanpa kompensasi” ungkap Prasetio.

Menurutnya, harus di pahami bahwa kami tidak menghuni di rumah dinas, melainkan menghuni lahan wakaf yang juga bisa diartikan lahan negara, kalau menghuni rumah dinas, semua bangunan rumah beserta sarana prasarananya di bangun oleh negara, sedangkan ini realitasnya, penghuni yang membangun sendiri.

“Polda Metro Jaya, sebagai institusi penegak hukum, sudah semestinya memiliki hati nurani rasa kemanusiaan dan keadilan, masak kami di usir begitu saja tanpa kompensasi”, tegas Prasetio.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kehadiran warga penghuni asrama polisi Menteng Jakarta Pusat ini ke Mapolda Metro Jaya untuk menyampaikan aspirasi agar Polda Metro Jaya, bersedia berdialog dengan warga, sebelum mengosongkan lahan tersebut.(*)




Loading Facebook Comments ...