Search

Penjualan Tablet Merosot Tajam, Harapannya Ada di “Tablet Hibrida”

Pasar gadget lesu parah, tapi masih ada harapan di tablet hibrida copot-pasang
Pasar gadget lesu parah, tapi masih ada harapan di tablet hibrida copot-pasang

Reportasenews.com – Penjualan gadget tablet telah menurun selama bertahun-tahun dan tidak ada tanda-tanda akan berhenti dalam waktu dekat. Perusahaan riset dan data IDC baru saja merilis laporan terbarunya dipasar tablet, dan ini melukiskan citra suram.

Menurut perusahaan, kuartal kedua tahun 2017 menunjukkan penurunan penjualan tablet yang terus berlanjut, dan meskipun iPad murah dan gadget baru lain yang lebih murah dari perusahaan populer juga membajiri pasar. Dengan menghitung jumlah dari seluruh dunia, industri tablet mengalami penurunan penjualan sebesar 3,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selama kuartal kedua tahun ini, industri tablet global mengirimkan 37,9 juta unit, melihat penurunan termasuk tablet ‘yang dapat dilepas’ yakni yang digunakan sebagai bagian dari laptop hibrida 2-in-1.

IDC mencatat bahwa konsumen tidak mengganti tablet mereka sesering yang mereka lakukan pada smartphone dan, pada tingkat yang lebih rendah, laptop, yang berarti pertumbuhan apa pun yang perusahaan lihat mungkin hanya merupakan kegembiraan sementara.

Secara keseluruhan, perusahaan tersebut mengatakan bahwa 3 dari 5 vendor tablet besar mengalami peningkatan pertumbuhan tahunan mereka di pasar, dan harga merupakan alasan terbesar untuk pertumbuhan ini.

Namun, perusahaan harus semakin bersaing untuk konsumen yang meningkatkan perangkat mereka daripada membeli tablet untuk pertama kalinya. Kategori yang terakhir telah menjadi ‘komoditas langka’, menurut IDC. Industri ini sebagian besar melihat ke arah pasar perangkat tablet 2-in-1.

Apple berhasil menuai beberapa upgrade perangkat yang didambakan tersebut melalui peluncuran model iPad barunya selama kuartal tersebut, memicu beberapa pelanggannya untuk mengganti versi lama mereka ke model yang lebih baru.

Samsung juga melihat pertumbuhan pangsa pasarnya melalui ‘mempertahankan pertumbuhan datar’ sementara pesaing lainnya mengalami penurunan. Baik Apple maupun Microsoft saat ini mengalahkan Samsung ketika sampai pada produk yang bisa “dicopot-pasang”, meski perusahaan Korea masih mengungguli beberapa orang lain dalam daftar seperti Lenovo dan Huawei.

Tablet yang dapat dicopot-pasang bermanfaat bagi perusahaan bukan hanya karena daya tariknya di pasar konsumen, namun juga karena harga jual rata-rata yang lebih tinggi. IDC mengatakan bahwa Lenovo melihat dorongan pangsa pasar tablet hibirda ini yang dapat dicopot-pasang meskipun perusahaan mengalami penurunan keseluruhan secara tahunan.

Secara keseluruhan, Apple berhasil mendorong pangsa pasarnya naik dari 25,4% di kuartal kedua 2016 menjadi 30,1% di kuartal kedua 2017. Samsung melihat kenaikan yang jauh lebih sederhana, meningkat hanya dari 15,4% menjadi 15,8%.

Huawei, meski memegang pangsa pasar yang jauh lebih rendah, mengalami kenaikan yang lebih besar dari 5,3% menjadi 8%. Lenovo, sebaliknya, mengalami penurunan pangsa pasar, turun dari 6,5% di tahun 2016 menjadi 5,7% di tahun 2017. (Hsg)




Loading Facebook Comments ...