Search

Penurunan Suku  Bunga KUR Disambut Antusias Pemkab Pasuruan

Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf bersama  kelompok tani kopi saat panen raya di kawasan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. (Foto : abd)
Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf bersama kelompok tani kopi saat panen raya di kawasan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. (Foto : abd)

Pasuruan, reportasenews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan, Jatim, gencar melakukan sosialisasi untuk calon penerima KUR. Upaya ini dilakukan menyusul kebijakan turunnya suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR). Namun, tercatat sekitar 200 UMK/Kelompok Tani dan nelayan/perseorangan yang telah memasukkan NIK, dalam Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) itu.

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Kabupaten Pasuruan, Lilik Widji Asri mengatakan, penurunan bunga KUR sudah mulai diberlakukan sejak 1 Januari 2018 lalu, dari yang semula 9%, menjadi 7% efektif per tahun. Penurunan ini berlaku dengan pinjaman mulai dari Rp 25 juta hingga Rp 500 juta untuk setiap individu maupun kelompok.”Kami berharap hal ini bisa dimanfaatkan petani,” katanya, Rabu (18/4/2018).

Para penerima KUR bukan hanya dari UMKM, melainkan juga para pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), kelompok usaha seperti kelompok usaha bersama (KUBE), gabungan kelompok tani dan nelayan (gapoktan) dan kelompok usaha lainnya.“Kita lega, karena setidaknya ini membantu UMKM tidak merasa tercekik karena bunga tinggi,” jelasnya.

Dengan turunnya suku bunga KUR ini, pihaknya langsung melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada pihak terkait, agar bisa memanfaatkan program dari pemerintah ini.“Namun tentu saja, data masih bisa berubah terus. Oleh karenanya kami meminta kepada para calon penerima untuk melengkapi persyaratan yang telah ditentukan,” tandas Lilik Widji Asri

Sementara itu, Irwanda Triyono, Kasi Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II A pada Kanwil Dirjen Perbendaharaan Propinsi Jawa Timur, menambahkan, pengaturan plafon KUR Mikro untuk sektor produksi sebesar maksimum Rp 25 juta per musim tanam atau satu siklus produksi tanpa pembatasan total akumulasi plafon. Sedangkan KUR Mikro untuk sektor non-produksi memiliki total akumulasi plafon sebesar Rp 100 juta.

Mekanisme pencairan KUR sama dengan tahun sebelumnya. Dari platform Rp 25 juta dicairkan secara bertahap, dan untuk tahap awal berdasarkan kesepakatan mitra SP3 atau ‘Bapak Angkat’ dengan calon nasabah dicairkan Rp 5 juta.”Hal ini menyesuaikan dengan besaran modal yang dibutuhkan petani, sesuai besaran lahan yang digarap, disesuaikan kemampuan angsuran para nasabah petani,” ungkap Irwanda. (abd)




Loading Facebook Comments ...